Pengusaha Bayar Rp 3 M Per Bulan Megapungli di Pelabuhan Samarinda

0
P CumaBerita.com, Jakarta. Kapolda Kaltim mengungkapkan praktik pungli tidak terjadi hanya di pelabuhan. Tetapi di sejumlah terminal peti kemas yang melakukan aktivitas bongkar muat, banyak ditemukan praktek pungli. Tim Saber Pungli membongkar praktek megapungli di sejumlah pelabuhan dan Terminal Peti Kemas (TPK) di Samarinda, Kalimantan Timur. Praktik ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun dan merugikan para pengusaha.

DH, Sekretaris Komura tertangkap tim dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli dari Ditipdeksus Bareskrim Polri, Satgasus Mabes Polri dan Polda Kaltim. Modus operandi Koperasi Komura adalah dengan menetapkan tarif buruh bongkar muat kepada pengusaha. Padahal, aktivitas bongkar muat sudah tidak lagi menggunakan tenaga kerja buruh, melainkan secara mesin.

Mereka menetapkan tarif sekitar Rp 180 ribu per kontainer. Jika pengusaha tidak segera mengeluarkan kontainer dengan beban biaya tersebut, maka dikenakan biaya demurrage. Dwi Hari Winarno, Sekretaris Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudera Sejahtera (Komura), ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus megapungli di Pelabuhan Samarinda.

Baca Baju: Foto Tyas Mirasih Dan Raiden Soedjono Bahagia Setelah Resmi Tunangan

Dwi diketahui memiliki sejumlah aset fantastis yang diduga kuat sebagai hasil dari pundi-pundi pungli. Perusahan-perusahaan tambang banyak yang melakukan aktivitas bongkar muat di Muara Berau. Ini dilakukan karena banyak kapal yang tidak bisa masuk ke Sungai Mahakam sehingga dilakukan bongkar muat di lepas laut. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply