Kronologi Sweeping Berujung Bentrok Ojek Online dan Sopir Angkot Bogor

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Seorang ojek online mendapat perlakuan kasar oleh sopir angkot saat beroperasi di sekitar Kampus IPB Dramaga, Kabupaten Bogor. Kejadian ini, kembali memicu konflik. Ratusan ojek online langsung berdatangan ke Dramaga untuk menemui rekannya yang mengalami penganiayaan. Massa ojek online yang datang dari berbagai daerah berjumlah sekitar 500 orang itu kemudian berkonvoi menuju Balaikota Bogor untuk melakukan aksi damai.

Namun ketika massa ojek online yang dalam pengawalan polisi itu melintas di depan terminal angkot Laladon, tiba-tiba saling terlibat provokasi. Entah siapa yang memulai kedua kubu langsung saling serang, saling perang batu. Dalam kejadian itu, sedikitnya ada 6 (enam) angkot yang dirusak. Konflik antara sopir angkot dan ojek online di Kota Bogor sudah terjadi sejak Senin 20 Maret 2017.

Sopir angkot yang menolak keberadaan angkutan online di Bogor melakukan mogok operasi. Akibatnya, banyak warga yang kesusahan ketika akan melakukan aktivitasnya karena tidak ada angkot atau angkutan online yang beroperasi. Aksi mogok operasi yang awalnya berjalan damai berujung ricuh.

Baca Juga: Gempa Bali 6,4 Skala Richter Terasa Hingga Lombok

Sopir angkot yang awalnya hanya melakukan sweeping sesama angkot agar ikut mogok dan menurunkan penumpangnya, kemudian melakukan sweeping terhadap angkutan online. Ojek online yang melintas di Kota Bogor diberhentikan paksa. Atribut mereka dilucuti dan meminta untuk tidak beroperasi. Aksi ini meluas, hal yang sama juga dilakukan para sopir angkot di kawasan Cileungsi Kabupaten Bogor. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply