Foto Profil Haikal Bobol 4.600 Situs Dan Rencana Polri Rekrut Dirinya

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Nama Haikal sudah sekitar 4 tahun membobol atau meretas situs-situs online. Haikal punya beberapa inisial saat beraksi di dunia maya. Dengan teknik belajar otodidak Haikal telah meretas situs/website sejak tahun 2013. Dalam kurun itu, Haikal yang merupakan lulusan SMP itu meretas sekitar 4.239 situs/website dengan menggunakan inisial sultanhaikal.

Tidak hanya itu, Haikal juga punya inisial lain. Polri berencana merekrut Haikal setelah proses hukumnya selesai. Berawal saat Direktorat Siber Bareskrim Polri mengungkap otak pelaku pembobol jual-beli tiket online PT Global Networking. Otak dari aksi peretasan ini adalah SH (19) alias Haikal yang merupakan lulusan SMP. SH diketahui sudah meretas sebanyak 4.600 situs, termasuk situs milik Polri. Haikal belajar meretas ini secara otodidak melalui internet. Uang yang terkumpul dari hasil pembobolan tersebut cukup fantastis, yaitu mencapai hingga Rp 600 juta.

Akibat tindakan pembobolan tersebut, perusahaan PT Global Networking mengalami kerugian Rp 4 miliar lebih. Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan oleh PT Global Networking selaku pemilik situs tiket.com pada 11 November 2016. Menurut ahli digital forensik, tindakan peretasan oleh Haikal ini masih dalam level yang dangkalcetek.

Baca Juga: Pramugari Berseragam Bikini Maskapai Vietjet Segera Hadir di Indonesia

Hal ini memungkinkan karena pengamanan server jual-beli tiket online tersebut memang rendah.Jadi hacker tersebut sebenarnya nggak melakukan apa-apa yang canggih. Mereka cuma memanfaatkan informasi pengetahuan serta tools yang ada, kebetulan situs-situs terus sebut memang tidak aware terhadap sekuriti yang cukup tinggi akhirnya gampang dibobol. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply