Korupsi Heli Rp220 Miliar Perwira Tinggi TNI AU Tersangka

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seharusnya mengetahui pengadaan helikopter AW 101. Investigasi yang saat ini tengah dilakukan oleh TNI tidak akan berdampak apapun jika yang dipersoalkan pada pengadaan itu merupakan prosedur administratif. Pengamat pertahanan menyebut pembelian helikopter AgustaWestland AW 101 tidak bermasalah.

Pengadaannya alat angkut berat itu sesuai dengan rencana stategis TNI AU. Panglima TNI mengatakan, lembaganya dan KPK menemukan potensi kerugian negara sebesar Rp220 miliar dalam pengadaan helikopter Augusta Westland (AW)-101. Tiga pejabat TNI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Panglima TNI mengatakan, penetapan tiga tersangka ini merupakan hasil penyidikan dengan KPK selama tiga bulan terakhir. Nilai pengadaan helikopter itu sendiri mencapai Rp738 miliar.

Tiga pejabat yang ditetapkan menjadi tersangka yakni Pembuat Pejabat Komitmen (PPK) pengadaan barang dan jasa Marsekal Pertama FA, pemegang kas Letnan Kolonel BW, dan staf pemegang kas yang menyalurkan dana ke pihak-pihak tertentu Pembantu Letnan Dua SS. Penyidik POM TNI sudah punya alat bukti yang cukup dan sudah tingkatkan status dengan menetapkan tiga tersangka.

Baca Juga: Daftar Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1438 H – 2017 M Seluruh Indonesia

Sebagai barang bukti pihak POM TNI telah menyita satu rekening milik penyedia barang dan jasa senilai Rp136 miliar. Panglima TNI menegaskan, pihaknya hanya berwenang menangani tersangka dari kalangan militer. Sementara dari pihak sipil menjadi kewenangan KPK. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply