Alasan Kemenag DIY 8 Sekolah di Yogya Tolak Imunisasi MR

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Di bulan Agustus-September 2017 dan 2018 pemerintah melakukan kampanye vaksin Campak dan Rubella atau Measles Rubella (MR). Vaksin MR ini wajib hukumnya. Apalagi, virus rubella dan campak sirkulasinya di antara anak umur 9-15 tahun karena untuk yang berusia di atas 15 tahun sudah terbentuk kekebalan.

Jadi kalau target pemerintah dalam kampanye ini tercapai di mana 95 persen anak dan remaja lebih bisa mendapat vaksinnya. Virus campak dan rubella hanya bisa hidup di tubuh manusia, bukan di lingkungannya. Jadi, kalau semua orang kebal, maka virus ini bisa punah.

Seperti kita ketahui, campak dan rubella itu penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan virus. Campak bisa menyebabkan komplikasi serius kayak diare, radang paru dan radang otak. Kampanye imunisasi campak dan rubella atau Measles Rubella (MR) berlangsung di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Agustus dan September 2017.

Namun menurut Kepala Kanwil Kemenag DIY di daerah ini ada 8 sekolah yang menolak imunisasi tersebut. 8 sekolah (yang menolak imunisasi MR) itu ada di 3 lokasi di Sleman, Kota (Yogyakarta) dan Bantul. Sekolah tersebut, kata Lutfi merupakan Madrasah Ibdtidayah(MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) swasta. Alasanya pertama, status bahan imunisasinya itu apakah halal atau tidak halal.

Baca Juga: Sosok Cantik Tanya Mityushina Model Seksi Rusia Minta Jadi Pacar Kedua CR7

Kemudian mereka menilai sebenarnya manusia itu sudah punya daya kebal sendiri, karena sejak dahulu tidak ada imunisasi nyatanya regenerasi manusia tetap jalan. Diwawancara terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X meminta ada komunikasi lebih lanjut oleh semua pihak termasuk oleh pemkab dan pemkot soal penolakan tersebut. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply