Alasan Kenapa Soeharto Diduga Sebagai Dalang Aksi G30S/PKI?

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Dari berbagai peristiwa yang terjadi ketika itu, banyak yang menganggap atau menduga bahwa Pangkostrad Mayor Jenderal Soeharto lebih dimungkinkan sebagai dalangnya. Tulisan ini tidak menuding siapa-siapa yang menjadi dalang di balik G30S/PKI itu. Namun ada tiga tokoh inilah yang selalu kena sasaran dugaan sebagai dalangnya, yakni Letkol Untung, Soekarno dan Soeharto.

Karena publik tahu betul posisi mereka pada saat menjelang, pada saat aksi dan sesudah aksi G30S/PKI. Pasca tergulingnya orde baru, mulai bermunculan pendapat-pendapat dan kesaksian tentang tragedi G/30/S/PKI yang menyudutkan Soeharto. Pada akhrinya, beberapa orang menyimpulkan Soeharto adalah dalang dari tragedi tersebut. Kesimpulan mereka bertolak dari kejanggalan yang ditemukan dalam cerita tentang tragedi G/30/S/PKI menurut Soeharto (versi Orba).

Pada tanggal 21 September 1965, Kapten Soekarbi mengaku menerima radiogram dari Soeharto yang isinya perintah agar Yon 530 dipersiapkan dalam rangka HUT ABRI ke-20 pada tanggal 5 Oktober 1965 di Jakarta dengan perlengkapan tempur garis pertama. Setelah persiapan, pasukan diberangkatkan dalam tiga gelombang, yaitu tanggal 25,26, dan 27 September. Pada tanggal 28 September pasukan diakomodasikan di kebun Jeruk bersama dengan Yon 454 dan Yon 328.

Tanggal 30 September seluruh pasukan melakukan latihan upacara. Pukul tujuh malam semua Dan Ton dikumpulkan untuk mendapatkan briefing dari Dan Yon 530, Mayor Bambang Soepono. Dalam briefing tersebut disebutkan bahwa Ibu kota Jakarta dalam keadaan gawat. Ada kelompok Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan RI yang sah.

Baca Juga: Ini Yang Diucapkan Jendral AH Nasution Lepas Kepergian Tujuh Pahlawan Revolusi

Briefing berakhir pada pukul 00.00. Yang patut dipertanyakan lagi adalah mengapa Soeharto tidak melakukan pencegahan terjadinya tragedi tersebut. Kebiasaan dalam militer, apabila ada gerakan yang disinyalir akan membunuh atasan akan langsung dicegah. Namun kenyataanya Soeharto tidak sedikitpun mengambil sikap. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply