Foto Sepasang Siswa SMP Pelaku Pernikahan Dini di Bantaeng Sulawesi Selatan

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMP menjadi sorotan publik nasional setelah berencana menikah di usia remaja. Pengadilan Agama Bantaeng, Sulawesi Selatan memutuskan memberikan dispensasi pada pasangan yang masih belia untuk menikah demi menghindari zina. Kedua bocah juga sudah mendapat restu keluarga.

Pasangan berusia 15 tahun dan 14 tahun itu telah mendaftarkan diri ke KUA Bantaeng untuk menikah setelah mengantongi putusan dispensasi Pengadilan Agama setempat. Menteri Agama mengimbau para Hakim Pengadilan Agama meninjau kembali keputusannya. Di sisi lain Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak jelas menentangnya karena kedua bocah masih di bawah umur. Sementara Kementerian Sosial menganggap kedua bocah belum layak membina rumah tangga.

Menteri Agama mengatakan pihak Kementerian Agama tidak memiliki pilihan lain untuk mencegah dan menolak pernikahan dini jika ada dispensasi melalui putusan Pengadilan Agama Bantaeng, Sulawesi Selatan. Hal itu merespons kasus pernikahan dini sepasang kekasih yaitu SY dan FA yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Bantaeng.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) telah mengirim tim untuk mencegah pernikahan dini yang terjadi di wilayah Bantaeng, Sulawesi Selatan. Banyak kasus pernikahan dini yang terjadi di Indonesia, termasuk salah satu kasusnya yang terjadi di Bantaeng. Pasal 7 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan telah mengatur secara tegas bahwa batas usia pernikahan laki-laki adalah 19 tahun, dan perempuan minimal 16 tahun.

Namun andai pasangan dengan usia di bawah ketentuan tersebut mengajukan permohonan dispensasi kepada Pengadilan Agama dan dikabulkan, maka penghulu harus melaksanakan putusan tersebut. Sebenarnya penghulu sudah menolak keinginan kedua remaja ini untuk melangsungkan pernikahan.

Baca Juga: Riza Shahab Ditangkap Polisi Usai Pesta Konsumsi Sabu

Tapi karena ada putusan putusan pengadilan soal dispensasi itu maka tidak ada pilihan lain. Untuk itu, ke depannya pengadilan agama jika ingin mengabulkan dispensasi kepada anak-anak untuk melangsungkan pernikahan, harus berdasarkan pertimbangan yang matang. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply