Inilah Motif Serangan Bom Surabaya dan Sidoarjo

0
I CumaBerita.com, Jakarta. Kapolri memulai dengan menjelaskan investigasi yang dilakukan Polda Jatim di-backup oleh Mabes Polri terkait tiga bom gereja di tiga lokasi di Surabaya. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap motif penyerangan sel JAD di Surabaya dan Sidoarjo. Polisi sudah bisa mengungkap pelakunya satu keluarga atas nama Dita, berikut istri dan dua anak laki-laki dan dua anak perempuan yang terlibat dalam serangan itu.

Polisi sudah mengidentifikasi kelompoknya, yaitu JAD dari sel Surabaya dan motifnya yang terkait dengan serangan ini karena adanya instruksi dari ISIS sentral karena mereka terdesak kemudian memerintahkan sel lainnya untuk bergerak. Selain serangan di Surabaya, juga ada serangan di Paris di hari Minggu yang lalu, pelakunya ditembak mati oleh polisi. Di tingkat lokal, polisi menyampaikan diduga pembalasan dari kelompok JAD karena pemimpinnya, Aman Abdurrahman yang ditahan dalam kasus pendanaan dan pelatihan paramiliter bersenjata di Aceh.

Kemudian yang bersangkutan divonis dan harusnya keluar bulan Agustus lalu ditangkap kembali karena diduga keras terkait dengan perencanaan, pendanaan, kasus bom Thamrin di Jakarta awal tahun 2016. Kepemimpinan Aman kemudian dialihkan kepada tokoh pimpinan JAD Jawa Timur yang bernama Zaenal Anshori.

Zaenal beberapa minggu kemudian ditangkap oleh Mabes Polri dalam kaitan dengan pendanaan untuk memasukkan senjata api dari Filipina selatan ke Indonesia. Dita bersama istri dan empat anaknya yang beraksi mengebom tiga gereja di Surabaya pada Minggu kemarin adalah pimpinan JAD Surabaya.

Bom yang digunakan merupakan jenis TATP high explosive, peledak yang sama yang digunakan pelaku bom di Mapolresta Surabaya pada Senin pagi dan meledak di Rusunawa Wonocolo di hunian milik Anton dan keluarga di Sidoarjo. Pada Senin pagi ini, terjadi lagi ledakan di Mapolresta Surabaya. Dua motor yang membawa lima orang dalam satu keluarga diledakkan di halaman Mapolresta Surabaya.

Baca Juga: Video Bom Meledak di Polresta Surabaya

Akibat kejadian ini, ayah, ibu, dan dua anak meninggal. Sedangkan satu anak lagi yang masih kecil selamat karena terlempar. Akibat aksi teror ini, empat polisi dan enam warga jadi korban luka-luka. Kapolri mengungkap aksi ini dilakukan kelompok yang sama. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply