Makna Kata Sontoloyo dari Pernyataan Presiden Joko Widodo

0
M CumaBerita.com, Jakarta. Hingga saat ini kata sontoloyo menjadi tren di situs pencarian google. Ini terjadi setelah Presiden Joko Widodo menggunakan istilah ‘Politikus Sontoloyo’ saat acara pembagian 5.000 sertifikat lahan di Lapangan Sepakbola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa 23 Oktober 2018.

Presiden Joko Widodo mengaku jengkel terhadap politikus yang mengadu domba, fitnah, dan memecah belah untuk meraih kekuasaan. Alasan itu diungkap Jokowi saat menerima pimpinan gereja dan rektor/ketua perguruan tinggi Kristen seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Jokowi mengaku, selama ini ia menahan diri untuk tak mengeluarkan pernyataan seperti itu. Akan tetapi, menurut dia, berlangsung cara-cara politik kotor hanya demi meraih kekuasaan baik di tingkat kota, kabupaten, provinsi, bahkan perebutan kursi presiden.

Ini Penjelasan Jokowi Jokowi menegaskan, sejak merdeka 73 tahun lalu, persatuan Indonesia dalam keberagaman sudah diakui dunia. Banyak negara mengagumi Indonesia yang beragam suku, bahasa, adat, tradisi, dan agama, tetapi bisa bersatu sebagai sebuah bangsa.

Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan cermat sehingga tidak mudah terpengaruh oleh kalimat-kalimat negatif yang keluar dari mulut politikus. Sepuluh tahun lalu, jagat politik di tanah sempat geger karena kata ‘Sontoloyo’.

Kala itu, pemicunya adalah Kepala BIN Syamsir Siregar. Dia rupanya tak tahan melihat kemunafikan segelintir menteri dari parpol penyokong SBY-JK terkait kenaikan harga BBM. Di dalam rapat kabinet semuanya seia-sekata, premium naik 28,7 persen, tapi begitu di parlemen ceritanya menjadi lain.

Sejumlah sumber menyebutkan, kata “sontoloyo” awalnya bermakna biasa saja dalam kultur Jawa. Kata itu merujuk profesi penggembala bebek. Tapi entah siapa yang memulai dan kapan persisnya, kemudian berubah makna menjadi umpatan.

Baca Juga: Alasan Bule Mengais Makanan dari Sampah di Bali, Viral

Di tahun 1930-an, Sukarno muda telah memperkenalkan kata “sontoloyo”sebagai umpatan dalam sebuah suratnya kepada A. Hasan, tokoh Persis di Bandung. Surat itu kemudan dihimpun menjadi sebuah buku berjudul “Islam Sontoloyo”. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply