Aparat Evakuasi Korban Pembunuhan di Papua Pakai Helikopter

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengejar dan menangkap pelaku pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Papua. Pemerintah juga tak gentar dengan kejadian ini.

Menurut Presiden Joko Widodo, tidak ada alasan proyek infrastruktur di Papua untuk dihentikan. Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer (km) harus diselesaikan. Ini harus jalan terus untuk membangun tanah Papua dan mewujudkan keadilan sosial. Presiden Joko Widodo tak memungkiri bahwa pekerjaan proyek infrastruktur di Papua terbilang riskan. Selain faktor keamanan, kondisi geografis disebutnya juga menjadi halangan. Presiden Joko Widodo memberi contoh ruas jalan Trans Papua Wamena-Mamugu sepanjang 278 km yang menjadi lokasi pembunuhan. Proyek itu dikerjakan di ketinggian 3 ribu meter di atas permukaan laut tanpa akses yang mumpuni. Bahkan, material konstruksi harus didatangkan melalui jalur udara.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian mengatakan telah bekerja sama dengan TNI untuk memburu pelaku yang diduga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Saat ini, Wakapolri dan Panglima TNI sudah berada di Papua untuk berkoordinasi. Pasukan yang dipimpin langsung oleh Panglima Daerah Militer XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua sudah diterjukan ke tempat kejadian perkara.

Hanya saja bahwa medan yang berat bisa menjadi penghalang misi tersebut. Namun, melihat jumlah yang diterjunkan, Tito Karnavian yakin pasukan gabungan bisa mengendalikan situasi. – Pangdam XVII Cenderawasih mengatakan tim gabungan TNI dan Polri dijadwalkan mengevakuasi korban pembunuhan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yigi dan Puncak Gunung Tabo, Kabupaten Nduga, Papua Rabu 5 Desember 2018.

Evakuasi akan dilakukan dengan mengerahkan pasukan baik dari darat dan udara yang dibantu helikopter. Yang akan dievakuasi adalah para pekerja dan karyawan kontraktor yang membangun jembatan, PT Istaka Karya. Selain itu, turut pula dievakuasi anggota TNI yang menjadi korban KKB.

Baca Juga: Lindswell Kwok Mualaf dan Berhijab, Pernikahan Tak Direstui Keluarga

Pasukan saat ini berkejaran dengan waktu mengingat cuaca di lapangan sering kali berubah serta faktor lainnya. Pada hari Selasa aparat gabungan berhasil mengevakuasi 12 warga sipil dari Mbua, empat di antaranya karyawan PT Istaka yang berhasil melarikan diri dan diamankan di Pos TNI Mbua. Satu anggota TNI yang berada di pos itu meninggal. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply