Foto 5 Tersangka Pengeroyok Anggota TNI di Ciracas

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Juru parkir yang melakukan pengeroyokan anggota TNI AL Kapten Komaruddin dan anggota Paspampres Prajurit Satu Rivonanda memiliki jabatan tak resmi sebagai taruna parkir. Para taruna parkir ini menguasai area pertokoan Arundina di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Taruna parkir bertugas sebagai pelaksana lapangan.

Merekalah yang bekerja di kawasan lahan parkir. Sedangkan para seniornya, yang mewariskan kawasan parkirnya disebut penerima setoran. Para pengampu duit itu umumnya adalah orang-orang tua. Sedangkan taruna parkir biasanya berusia belasan hingga 30-an tahun. Regenerasi parkir ini berlangsung bertahun-tahun. Kultur memarkir bukan barang baru di kawasan tersebut. Polda Metro Jaya telah menangkap lima orang pelaku pengeroyokan anggota TNI AL, Kapten Komaruddin dan anggota TNI AD, Pratu Rivonanda di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Lima orang itu berinisial HP, AP alias B, IH, SR dan D. Lima orang itu ditangkap di hari berbeda.

Tersangka AP alias B ditangkap di rumahnya di Ciracas pada pukul 09.00 WIB pada 12 Desember lalu. Kemudian di hari yang sama, pukul 21.00 WIB, tersangka HP ditangkap di rumahnya juga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Keesokan harinya tanggal 13 Desember, pukul 13.30 WIB, tim gabungan kembali menangkap tersangka IH dan SR.

Di hari yang sama, pukul 21.00 WIB, D sebagai tersangka terakhir ditangkap di kawasan Cawang. Adapun peran kelima tersangka mayoritas ikut melakukan pemukulan tersebut. Tersangka AP alias P memegang tangan korban sambil mengarahkan ke belakang. Kemudian tersangka HP alias E mendorong bagian dada.

Tersangka D menarik korban untuk tujuan menahan dan juga melakukan pemukulan pada Pratu Rivonanda. Kelima pelaku pengeroyokan dikenakan Pasal 170 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti baju yang dipakai para pelaku saat melakukan pengeroyokan.

Baca Juga: Foto Cantiknya Bebi Silvana, Calon Istri Baru Opick

Sejak 15 tahun berdagang di sana, perkumpulan juru parkir itu sudah berkuasa. Mereka adalah tukang parkir liar. Sistem parkir di sana bergantian. Sehari, ada tiga shift yang diterapkan. Di antaranya shift pagi, siang, dan malam. Selama bertugas, para juru parkir tak pernah memakai seragam. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply