Jalan Gubeng Surabaya Ambles Bukan Likuifaksi, tapi Kesalahan Konstruksi

0
J CumaBerita.com, Jakarta. Kedalaman tanah yang ambles di Jalan Raya Gubeng mencapai 30 meter dan lebar 8 meter. Berdasarkan pantauan seismograf BMKG, amblesan berlangsung dua kali yaitu pada pukul 21.41 dan 22.30 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya bukan karena likuifaksi. Tanah ambles akibat ada kesalahan konstruksi.

Amblesan ini bukan disebabkan gempa bumi atau aktivitas tektonik karena tidak terdeteksi sama sekali. Jadi kalau ada isu yang mengatakan ini ada kaitannya dengan sesar Surabaya, sesar Waru yang melintas di sana, tidak betul karena tidak ada aktivitas tektonik pada saat kejadian. Tidak ada fenomena mencairnya tanah di lokasi kejadian. Tanah ambles karena ada kesalahan konstruksi terkait pembangunan rumah sakit (RS). Kejadian amblesan tadi disebabkan kesalahan konstruksi.

Jadi adanya pekerjaan pembangunan basement RS yang tidak menggunakan sheet pile atau dinding penahan tanah, retaining wall namanya yang langsung berhadapan dengan jalan. Sehingga, kondisi itu berpeluang menimbulkan dorongan tanah secara horizontal atau sliding pada area jalan sekitarnya.

Ditambah lagi, beban jalan yang terus terjadi. Apalagi beban jalan, juga karena pengaruh transportasi lalu lintas terus berjalan, apalagi juga musim penghujan. Sehingga tanah mudah sekali terjadinya sliding.Amblesan tadi atau sliding tanah tadi mengarah ke galian bassement tanah.

Sutopo menjelaskan fenomena ini hampir sama dengan kejadian jalan yang ambles masuk ke penggalian batubara di Kaltim beberapa minggu lalu. Sutopo memberikan beberapa saran terkait dengan kejadian ini. Salah satunya membentuk tim independen untuk menyelidiki kejadian.

Pemerintah Kota Surabaya juga disarankan agar mengevaluasi proses perizinan dan mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan konstruksi, serta audit forensik terkait dengan berbagai proyek di sekitar lokasi kejadian bencana yang berpeluang menjadi memicu terjadinya musibah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi menduga amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, terjadi karena ada kesalahan pelaksanaan konstruksi proyek oleh PT NEK.

Baca Juga: Messenger Facebook Tambah Fitur Boomerang di Kamera

Pemkot Surabaya akan mendatangkan ahli dan penanggung jawab dari Jakarta. Eri Cahyadi menjelaskan, saat ini dugaan kesalahan konstruksi itu adalah dinding penahan jalan atau retaning wall tidak mampu menahan beban sehingga menyebabkan ambles. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply