Kronologi Penyebab Tsunami Selat Sunda, Longsoran Gunung Anak Krakatau

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Tsunami Selat Sunda menghantam pesisir Banten dan Lampung pada Sabtu 22 Desember 2018 malam. Band Seventen kehilangan bassist dan gitaris, yaitu Bani dan Herman. Jenazah keduanya sudah ditemukan. Sedangkan Ifan, sang vokalis, selamat. Bani akan dimakamkan di kampung halamannya di Sleman, Yogyakarta, sedangkan Herman akan dimakamkan di Ternate.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfimasi tsunami yang menghantam Banten dan Lampung Selatan berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Tsunami disebabkan karena kepundan Anak Gunung Krakatau seluas 64 hektare (ha) longsor dan menghempas laut sehingga mengakibatkan gelombang tinggi. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan longsoran itu terjadi pada pukul 21.03 WIB, kemudian tsunami menghantam pulau Jawa dan Sumatra pada pukul 21.27 WIB.

Tsunami ini menghantam empat wilayah yang ada di Banten dan Lampung dengan ketinggian awal mencapai 90 sentimeter. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan dari analisis pihaknya aktivitas vulkanik yang memicu kepundan atau lereng Gunung Anak Krakatau kolaps atau terjadi longsor bawah laut menimbulkan getaran yang kekuatannya setara magnitudo 3,4. Dihitung dari citra satelit, menghitung luas area kolaps itu mencapai 64 hektare.

Dan, volume batuan dari kolaps ini dalam waktu 24 menit kemudian menjadi tsunami di pantai. Longsoran itu terjadi di lereng barat daya Gunung Anak Krakatau. Tsunami itu juga, kata Dwikorita, terkonfirmasi dengan data yang didapatkan dari data tide gauge milik Badan Informasi Geospasial (BIG). Oleh karena itu pihaknya tak bisa memantau dini terjadinya gempa yang berpotensi tsunami di Selat Sunda.

Untuk pencatatan aktivitas vulkanis, data itu ada pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMNG). Di samping itu, pengonfirmasian tsunami yang terjadi itu pun berdasarkan hasil foto pantauan udara yang dilakukan TNI atas situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Video Detik-detik Tsunami Menerjang Panggung ‘Seventeen’

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda mencapai 281 orang. Sementara, 1.016 lainnya mengalami luka-luka dan 57 orang masih dinyatakan hilang. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply