Alasan Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Batal

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Sebelumnya penasihat hukum pribadi Jokowi, Yusril Ihza Mahendra mengirim siaran pers kepada wartawan yang berjudul Yusril Berhasil Yakinkan Jokowi untuk Bebaskan Abu Bakar Ba’asyir’.

Meski rencana pemerintah membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir menimbulkan polemik. Hingga kini, masih belum jelas apakah Ba’asyir akan benar-benar segera bebas dari jeruji besi. Abu Bakar Ba’asyir sudah mendekam dalam LP selama sembilan tahun dari pidana lima belas tahun yang dijatuhkan kepadanya. Sudah saatnya Baasyir menjalani pembebasan tanpa syarat memberatkan. Jokowi berpendapat bahwa Baasyir harus dibebaskan karena pertimbangan kemanusiaan.

Menurut Yusril, pembebasan Ba’asyir akan dilakukan secepatnya sambil membereskan administrasi pidana di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor. Baasyir sendiri meminta waktu setidaknya tiga hari untuk membereskan barang-barangnya yang ada di sel penjara.

Pada hari itu juga, wartawan mengkonfirmasi pernyataan Yusril kepada Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan kerjanya di Garut. Jokowi membenarkan bahwa ia telah menyetujui pembebasan Ba’asyir. Menurut Jokowi, Baasyir dibebaskan karena alasan kemanusiaan.

Sebab, pimpinan dan pengasuh pondok pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo itu sudah berusia 81 tahun dan sudah sakit-sakitan. Jokowi mengakui, keputusannya untuk menyetujui pembebasan Baasyir ini adalah hasil diskusi dengan sejumlah pakar hukum, termasuk penasihat hukum pribadinya Yusril Ihza Mahendra. Namun, ia juga menegaskan bahwa sebelumnya sudah ada diskusi yang panjang di internal pemerintah.

Keputusan Jokowi membebaskan Ba’asyir menimbulkan polemik. Dari sisi hukum, keputusan ini mendapat kritik dari sejumlah pengamat dan pakar. Indonesia tidak mengenal pembebasan tanpa syarat seperti yang dilakukan pemerintah terhadap Ba’asyir.

Meski tidak mengenal pembebasan tanpa syarat, Indonesia memiliki grasi. Namun, dalam konteks pembebasan Ba’asyir, hal itu bukanlah grasi karena tidak ada permintaan dari Ba’asyir. Hal itu bukan pula pembebasan bersyarat karena

Baca Juga: Pesawat Emiliano Sala Hilang Kontak, Sempat Kirim Pesan WhatsApp

Ba’asyir menolak menandatangani surat taat pada Pancasila, yang mengugurkan haknya atas pembebasan bersyarat. Pembebasan yang diberikan Presiden Jokowi kepada Ba’asyir tidak memiliki landasan hukum. Selain mendapat kritik dari dalam negeri, pembebasan ini juga diprotes oleh negara tetangga, Australia. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply