Sosok Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Posting Manifesto Anti-Islam

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Pria yang melakukan aksi penembakan brutal di Masjid Al Noor tersebut telah memposting online sebuah manifesto setebal 87 halaman, yang isinya menyebutkan alasannya untuk melakukan penembakan itu. Manifesto tersebut berisi pandangan anti-imigran, anti-muslim dan penjelasan mengapa serangan itu dilakukan.

Salah seorang pelaku penembakan brutal di masjid di Christchurch, Selandia Baru diidentifikasi sebagai warga negara Australia. Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison menyebut dia sebagai “teroris keji, ekstremis sayap kanan”. Pria yang di Twitter menyebut dirinya sebagai ‘Brenton Tarrant‘ itu, bahkan menyiarkan secara langsung di Facebook, aksi penembakan yang dilakukannya dan mengarahkan kamera ke arah dirinya sebelum melepaskan tembakan. Facebook kemudian telah menghapus siaran langsung tersebut. Dalam manifesto yang ditulisnya, pria berumur 28 tahun itu menyebut dirinya sebagai “pria kulit putih biasa”.

Dia juga menuliskan bahwa dia dilahirkan dari sebuah keluarga kelas pekerja, berpenghasilan rendah yang memutuskan untuk mengambil sikap untuk memastikan masa depan bagi rakyat saya. Dia menyebutkan bahwa dirinya melakukan penembakan itu untuk “secara langsung mengurangi tingkat imigrasi di tanah-tanah Eropa”.

Seorang saksi mata yang diwawancara mengatakan seorang pria memasuki Masjid Al Noor dengan menenteng pistol pada pukul 13.45 waktu setempat. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan ini adalah kejadian ‘luar biasa, tak pernah terjadi sebelumnya, dan salah satu hari terkelam’ negara tersebut. Dia juga mengatakan ‘seorang tersangka telah ditahan aparat’, tapi mungkin ada lainnya yang terlibat.

Salah satu pelaku penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru dipastikan sebagai warga negara Australia. Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengutuk penembakan yang menewaskan 40 orang tersebut. Kepolisian Selandia Baru telah menangkap empat orang terkait penembakan brutal tersebut.

Salah satunya adalah pria Australia berumur 28 tahun yang memposting manifesto setebal 87 halaman di media sosial. Dalam manifesto itu, pria yang melakukan aksi penembakan brutal di Masjid Al Noor tersebut menyebutkan alasannya melakukan penembakan itu. Manifesto tersebut dipenuhi dengan pandangan anti-imigran dan anti-muslim.

Baca Juga: Video Live Aksi Teror di Masjid New Zealand Bertambah Jadi 49 Orang

Pria yang di Twitter menyebut dirinya sebagai ‘Brenton Tarrant’ tersebut, bahkan menyiarkan secara langsung di Facebook, aksi penembakan yang dilakukannya dan mengarahkan kamera ke arah dirinya sebelum melepaskan tembakan. Facebook kemudian telah menghapus siaran langsung tersebut. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply