Kronologi 2 Mobil Tangki Pertamina Dibajak di Ancol! Dibawa ke Depan Istana

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Saat ini Polres Jakarta Utara menyelidiki kasus pembajakan mobil tangki Pertamina yang dibawa dari Ancol ke depan Istana, Jakarta Pusat. 10 orang diduga pelaku sudah diidentifikasi oleh polisi. Kapolres mengatakan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan keterangan para saksi.

Polisi juga akan meminta keterangan dari pihak PT Pertamina Patra Niaga selaku perusahaan transportir BBM. Mobil tangki tersebut awalnya mengisi solar di Depo Pertamina Plumpang pada pukul 04.30 WIB. Truk tersebut sedianya melakukan pengisian di SPBU Tangerang. Setelah keluar dari Depo Plumpang, kurang lebih sekitar pukul 05.00 WIB masuk ke Tol Ancol, karena mau ngisi di SPBU Tangerang. Dua mobil tangki Pertamina dihadang dan dilarikan orang tak dikenal. Dua mobil itu dibawa ke depan Istana. Dua mobil tangki Pertamina dibajak sekitar pukul 05.00 WIB, Senin 18 Maret 2019. Kapasitas mobil tangki itu 32 kiloliter (kl). Dua mobil tangki BBM itu berisi biosolar dalam kondisi penuh.Dua mobil tangki yang dibajak bernomor polisi B-9214-TFU dan B-9575-UU.

Pengemudinya Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul. Penghadangan dan perampasan mobil tangki terjadi saat mobil tangki akan mengirim biosolar tujuan SPBU area Tangerang. Saat hendak memasuki pintu Tol Ancol, tiba-tiba ada sekitar 10 orang turun dari sebuah mobil sejenis pikap mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopir.

PT Pertamina Patra Niaga menyebut massa aksi yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki Pertamina membajak mobil tangki Pertamina dan menyandera sopir. Perwakilan massa aksi memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Koordinator Lapangan Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki Pertamina, Daryono mengatakan mobil tangki Pertamina itu dibawa ke depan Kompleks Istana, tepatnya di depan Taman Pandang, sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi.

Pada pukul 10.00 WIB, polisi datang dan meminta massa aksi untuk membubarkan diri. Menurut Daryono, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan memfasilitasi massa aksi untuk bertemu dengan perwakilan PT Pertamina Patra Niaga. Namun pihak PT Pertamina Patra Niaga yang datang ke lokasi aksi bukanlah orang yang dapat mengambil keputusan.

Baca Juga: Pendaftaran 11.000 Lowongan BUMN Diperpanjang Seminggu

Permintaan itu pun disetujui oleh kedua belah pihak. Perwakilan PT Pertamina Patra Niaga saat ini masih melakukan negosiasi dengan tim delegasi massa aksi terkait persoalan upah normatif. Kata Daryono, upah normatif ini sudah lama menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Daryono menyebut pihaknya menggelar aksi sejak 20 bulan lalu. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply