Ironis, Di Pandeglang Ibu Hamil Ditandu 6 Km Karena Jalan Rusak

0
I CumaBerita.com, Jakarta. Seorang ibu hamil 8 bulan asal Kampung Sawah, Desa Leuwibalang, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang bernama Karsinah harus ditandu menggunakan sarung sejauh 6 kilometer. Karsinah diantar 12 orang menuju jalan terdekat yang bisa dilalui ambulans. Seorang warga yang ikut mengantar cerita,

Karsinah mengalami pendarahan akibat kelelahan. Karsinah dibawa ke kantor puskemas pembantu untuk mendapat perawatan pada Kamis 29 Maret 2019 sore kemarin. Tapi karena kondisi darurat, Karsinah diputuskan untuk dibawa ke puskesmas Cikeusik. Selama ditandu, Karsinah katanya terus mengalami pendarahan. Tapi untungnya, Karsinah dibantu oleh petugas kesehatan dari puskesmas pembantu. Keluarga dan pengantar menurutnya tidak bisa memaksakan membawa Karsinah menggunakan motor. Jalan yang berlubang dan penuh genangan bisa membahayakan. Setelah jalan 6 kilometer, Karsinah kemudian dibawa ambulans begitu sampai ujung jalan yang sudah dicor.

Karsinah langsung dibawa ke Puskesmas Cikeusik dan saat ini sudah mendapatkan rujukan ke RSUD Berkah. Kejadian warga sakit ditandu sendiri sudah sering di Desa Leuwibalang. Beberapa minggu lalu, bahkan warga desa yang sama ditandu karena sakit kronis. Warga mengaku kaget dengan pembelian mobil dinas Bupati Pandeglang Irna Narulita senilai Rp 1,9 miliar.

Salah satunya yaitu warga yang menandu Karsinah ke puskesmas hingga 6 km karena jeleknya akses jalan. Warga nggak akan nuntut apa-apa jika memang APBD Pandeglang dihemat oleh Pemkab. Tapi, beberapa kali, ada alokasi APBD yang dinilai melenceng dari kebutuhan masyarakat.

Bupati Pandeglang Irna Narulita disorot karena membeli mobil dinas Land Cruiser Prado senilai Rp 1,9 miliar. Sang suami yang juga eks Bupati Pandeglang, Dimyati Natakusumah, menjelaskan spesifikasi mobil tersebut diperlukan karena kondisi geografis Pandeglang dan tidak dipakai untuk urusan pribadi.

Baca Juga: 3 Faktor Umum Penyebab Penyakit Vertigo yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Land Cruiser Prado masuk kelas mobil sport utility vehicle (SUV). Dimyati mengatakan mobil tersebut sudah sesuai dengan standar yang diatur Permenkeu Nomor 76/PMK.06/2015. Kapasitas maksimal silinder untuk mobil dinas kelas SUV, menurut Dimyati adalah 3.500 cc. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply