Kondisinya Kritis, Bayi yang Dikubur Hidup-hidup di Purwakarta

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Aksi biadap yang dilakukan W (35) mengubur bayinya hidup-hidup masih menjadi buah bibir di masyarakat, khususnya di kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta. W dengan tega mengubur bayinya yang masih berusia 5 bulan di belakang rumahnya ke dalam tanah sedalam 30 centimeter.

Penguburan ini dilakukan W diduga dipicu karena penyakit depresinya yang didera sejak masa kandungan 7 bulan. Aksi ini pun membuat geger warga sekitar. Keluarga dan tetangga secara bersama-sama mencari keberadaan bocah malang yang di akui oleh W, diculik orang. Namun tak berselang lama, bayi perempuan ini di temukan di dalam tanah di belakang rumahnya. Seorang tetangga, menceritakan saat membantu mencari keberadaan korban. Saat itu ia sempat mencari bayi hinga ke kamar mandi, karena takut dibuang ke bak. Saat itu ia melihat bekas lubang yang baru ditutup tanah. Lokasinya tepat di bawah rumah panggung tempat tinggal bayi dan ibunya.

Merasa curiga, tanah tersebut pun kemudian digali. Pas didekati ternyata ada sebagian tangan bayi yang terlihat. Karena memang itu tidak semua tertutup tanah. Usai dilakukan penggalian, bayi tersebut dievakuasi ke Puskesmas Wanayasa. Namun karena kondisi kian menurun, bayi dirujuk ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Hingga kini bayi masih menjalani perawatan intensif di Ruang PICU RSUD Bayu Asih.

Kondisinya masih kritis karena paru-paru bayu banyak terdapat tanah yang kemungkinan terhirup saat dikubur. Bayi perempuan usia lima bulan yang dikubur secara hidup-hidup oleh ibunya kandungnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Memasuki tiga hari penanganan medis, kini kondisinya kritis. Bayi mungil itu masih tergolek lemas tak berdaya.

Dengan kondisi seperti ini, tim medis yang menangani bayi malang ini belum dapat berbuat banyak. Bahkan pihaknya belum dapat memutuskan untuk tindakan operasi. Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengunjungi bayi itu. Menurut Anne, peristiwa ini baru pertama kali terjadi di Purwakarta.

Baca Juga: Dua Pelaku Pembunuh Wanita Calon Pendeta Cantik Tertangkap

Anne Ratna Mustika terkejut saat mengetahui adanya kabar mengerikan ini. Namun Anne Ratna Mustika tidak sepenuhnya menyalahkan sang ibu korban. Anne memerintahkan Dinkes Purwakarta sosialisasi tentang bahaya baby blues syndrome dan depresi pascamelahirkan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply