KPK Bawa 400 Ribu Amplop Suap Bowo Sidik Pangarso Pakai 3 Minibus

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Sebelumnya, KPK menetapkan Bowo Sidik Pangarso sebagai tersangka kasus dugaan suap dari PT HTK. Suap itu diduga diberikan agar Bowo Sidik Pangarso membantu PT HTK mendapat kontrak penyedia kapal pengangkutan pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik. Bowo Sidik diduga menerima total 7 kali suap. Pada saat OTT,

Bowo diduga menerima Rp 89,4 juta, sedangkan 6 kali penerimaan sebelumnya diduga terjadi di berbagai tempat, antara lain rumah sakit, hotel, dan kantor PT HTK, sejumlah Rp 221 juta dan USD 85.130. Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso diduga menerima suap untuk kepentingan ‘serangan fajar’ di Pemilu 2019. Dugaan itu tampak dari uang pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu yang disita KPK terbungkus amplop di dalam kardus. Dugaan suap dan gratifikasi yang diterima Bowo sendiri berjumlah sekitar Rp 8 miliar. Duit suap Rp 1,5 miliar diduga dari Marketing Manajer PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti dan sisanya sebesar Rp 6,5 miliar diduga gratifikasi dari sejumlah pihak lain.

Uang kemudian ditukarkan dan sudah dimasukkan ke dalam 400 ribu amplop. Namun, selain penerimaan kerja sama pengangkutan di bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT HTK, KPK mendapatkan bukti telah terjadi penerimaan-penerimaan lain. Dugaan penerima lain itu terkait dengan jabatan Bowo Sidik sebagai anggota DPR. KPK menyita 400 ribu amplop dalam 84 kardus dengan total duit Rp 8 miliar di dalamnya terkait kasus dugaan suap anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Saking banyaknya,

KPK mengangkut duit suap itu menggunakan 3 minibus. Kardus-kardus itu diangkut KPK dari salah satu kantor di Jakarta Selatan. Duit suap itu diduga sudah dimasukkan ke dalam amplop untuk keperluan serangan fajar Pemilu. KPK menyebut duit di dalam amplop itu berisi pecahan Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu.

Baca Juga: Lantang! Dua Remaja Membongkar Aksi Penganiayaan Habib Bahar

Uang itu diduga ditukar oleh Bowo sebelum dimasukkan ke amplop setelah dirinya menerima suap dalam pecahan USD dan rupiah. Dalam perkara ini, KPK menduga Bowo menerima suap miliaran rupiah terkait upaya membantu PT HTK (Humpuss Transportasi Kimia) sebagai penyedia kapal pengangkut distribusi pupuk. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply