Klarifikasi Ma’ruf Amin soal Video ‘Ahok Harus Kita Habisi’

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Sejumlah isu agama kuat mengiringi kontestasi Pilkada DKI Jakarta. Ahok dilawan gelombang massa Muslim yang saat itu merasa agamanya terhinakan karena menyinggung soal surat Alquran Almaidah. Gelombang protes terbentuk melalui gerakan 212, yang kemudian membuat Ahok harus dipenjara.

Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP, yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan,atau penodaan terhadap suatu agama. Mantan Bupati Belitung Timur itu divonis dua tahun penjara. Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin buka suara soal video viral yang menyebut mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai sumber konflik di masyarakat. Dalam video yang beredar di media sosial tersebut,

Ma’ruf terlihat berbicara dengan sejumlah orang, termasuk salah satu di antaranya Ustaz Yusuf Mansur. Ma’ruf menjelaskan bahwa video itu diambil ketika para ulama mengajaknya untuk mendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk maju sebagai calon presiden RI di Pilpres 2019.Meski begitu, Ma’ruf lantas menolak untuk mendukung Anies maju sebagai Capres. Ma’ruf menyatakan bahwa para ulama yang hadir saat itu percaya bahwa Anies bisa mengalahkan Jokowi dengan berkac kasus Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.

Ma’ruf menegaskan bahwa kondisi Pilkada DKI Jakarta 2017 berbeda dengan Pilpres 2019. Ma’ruf menyatakan bahwa Ahok memang menjadi sumber konflik saat pergelaran Pilkada DKI 2017 kala itu. Ma’ruf menyatakan bahwa Jokowi, yang kala itu sudah menyatakan maju sebagai Capres, memiliki perbedaan sikap dengan Ahok. Ma’ruf menilai Jokowi bukanlah menjadi sumber konflik di Indonesia. Selain itu, Ma’ruf menegaskan bahwa video itu dalam kondisi tak utuh ketika di unggah ke media sosial.

Ma’ruf menyatakan bahwa masyarakat akan mengerti konteks pembicaraannya kala itu apabila videonya di unggah secara utuh. Seperti diketahui, Pilkada DKI 2017 diikuti tiga pasang calon yakni Bapak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Baby Blues Syndrome Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sementara itu pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni diusung empat partai politik yaitu Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Persatuan Pembangunan. Sementara Anies Baswedan dan Sandiaga Uno diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply