Sosok Pelaku Ancam Penggal Presiden Jokowi Ngaku Salah: Saya Emosional

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Dengan sigap polisi bergegas menyambangi salah satu rumah di Metro, Parung, Bogor. Seorang yang berada di dalam rumah itu kemudian dibawa petugas kepolisian tersebut karena diduga telah mengancam orang nomor satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pria yang dijemput polisi itu belakangan diketahui bernama Hermawan Susanto. Sosoknya viral melalui video yang tersebar di media sosial. Di dalam video itu, Hermawan mengancam akan memenggal kepala Jokowi. Menanggapi video itu, relawan Jokowi Mania atau Joman menyambangi Polda Metro Jaya. Tak butuh waktu lama, polisi meringkus Hermawan keesokan harinya yaitu pada Minggu, 12 Mei 2019. Hermawan Susanto mengaku menyesal telah mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo. Hermawan Susanto mengaku emosional sehingga mengucapkan kata yang tidak sepantasnya. Hermawan Susanto mengaku memang dirinya yang ada di dalam video yang tersebar di media sosial itu.

Hermawan Susanto mengakui dia ikut demo di depan Bawaslu pada Jumat 10 Mei 2019. Hermawan Susanto ditangkap di Perumahan Metro Parung, Jl Anggrek Metro IV Blok A5 Nomor 14 RT 02 RW 07, Desa Waru, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Lokasi penangkapan Hermawan Susanto adalah rumah kakaknya.

Hermawan Susanto sebelumnya dicari polisi setelah videonya tersebar di media sosial. Dalam video itu, Hermawan Susanto mengenakan topi dan mengancam akan memenggal kepala Jokowi. Video itu diambil saat Hermawan mengikuti demo di depan kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Atas dasar video tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan.

Tim Subdit Jatanras kemudian berhasil menemukan pelaku di Parung, Bogor. Pelaku kemudian digelandang ke Polda Metro Jaya. Hermawan Susanto selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini masih ditahan di Polda Metro Jaya. Kabid Humas Polda Metro Jaya menyebut Hermawan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga: Video Pesawat Myanmar Mendarat Tanpa Roda Depan

Jeratan hukum yang dikenakan pada Hermawan disebut Argo yaitu terkait makar. Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply