Kronologi Polisi Tembak Polisi di Depok!

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Kasus penembakan Bripka Rahmat Efendy oleh sesama polisi Brigadir Rangga Tianto berawal dari penangkapan pelaku tawuran. Peristiwa ini bermula ketika Bripka Rahmat menangkap seorang pelaku tawuran berinisial FZ dan FZ dibawa ke Polsek Cimanggis.

Ada barang bukti berupa celurit yang diamankan bersama FZ. Tak lama berselang, datang ayah FZ yang bernama Zulkarnaen bersama Brigadir Rangga. Setiba di Polsek Cimanggis, Brigadir Rangga dan Bripka Rahmat terlibat adu mulut. Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada pukul 20.50 WIB. Korban, Bripka Rahmat sempat terlibat cekcok dengan Brigadir Rangga hingga akhirnya terjadi penembakan sebanyak tujuh kali. Penyebab cekcok adalah Bripka Rahmat bersikeras memproses hukum FZ meski Brigadir Rangga telah meminta agar keponakannya dibina oleh keluarga saja. Setelah itu, Rangga ke ruangan sebelah dan langsung mengeluarkan senjata jenis pistol HS9. Seketika itu pula dia langsung menembak ke arah korban.

Korban mengalami luka tembak di dada, perut, leher, dan paha hingga tewas di tempat. Brigadir Rangga masih diperiksa intensif mengenai penembakan ini. Polisi masih mendalami apa sebetulnya kaitan Rangga dengan keluarga FZ yang ditangkap oleh Bripka Rahmat. Setelah proses pemeriksaan, belakangan diketahui, Brigadir Rangga merupakan paman dari FZ, remaja yang ditangkap oleh Bripka Rahmat. Rangga pun dipastikan dipecat dari kepolisian.

Mengenai sanksi atau pidana selengkapnya, tergantung hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Seorang polisi, Brigadir Rangga Tianto, menembak mati rekannya sendiri, Bripka Rahmat Effendy, hanya karena emosi. Dokter jiwa mengingatkan pentingnya ‘anger management’. Marah yang terlalu hebat dan terus menerus berulang jelas akan sangat mengganggu.

Lakukan ‘anger management’ (manajemen marah) untuk dapat mengontrol marah agar tidak terjadi hal yang merugikan. Ada banyak sekali penyebab orang bisa marah. Di antaranya karena kecewa, malu, sedih, frustrasi, atau tidak dihargai. Berbagai penyebab itu akan mengaktifkan Amigdala, bagian otak yang mengatur emosi.

Aktivitas tersebut akan merangsang pelepasan hormon stres oleh kelenjar adrenal. Termasuk dalam kategori hormon stres antara lain:
– Kortisol
– Adrenalin
– Noradrenalin

Baca Juga: Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy M30, Modal Baterai Jumbo

Peningkatan hormon stres juga mengurangi hormon lain yang disebut serotonin. Hormon yang terakhir disebut adalah hormon bahagia, sehingga orang marah akan berujung pada perilaku agresif dan tak jarang memicu depresi. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply