Sadis! Istri Bunuh dan Bakar Suami-Anak Tiri, Motifnya Utang

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Polisi mengamankan Aulia Kesuma (35), istri yang sadis menyewa empat pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa suaminya Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana atau Dana (23). Jasad keduanya ia bakar di kawasan Cidahu, Sukabumi.

Dua orang ditemukan tewas terbakar di dalam mobil di tepian jalan Kampung Bondol, Desa Pondokasotengah, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Minggu 25 Agustus 2019. Keduanya diidentifikasi bapak-anak. Polisi bergerak, ciduk istri korban dan anaknya. Aulia mengajak Geovanni Kelvin (25) yang diakuinya kepada polisi sebagai anaknya, untuk membakar jasad Pupung dan Dana. Aulia diamankan polisi sekitar pukul 11.00 WIB di di Jalan Caringin Utara, Kelurahan Cilandak Barat, Jaksel.

Saat ditangkap polisi, Aulia sempat membuat alibi. Dia mengaku tidak mengetahui keberadaan suami dan anak tirinya. Kepada petugas, Aulia bahkan menunjukkan beberapa pesan whatsapp yang dia kirim ke suaminya kepada polisi seolah-olah menanyakan keberadaan suaminya itu. Selain mengamankan Aulia, polisi juga telah menangkap dua dari empat eksekutor yang disuruh Aulia membunuh suami dan anak tirinya.

Aulia membayar mereka Rp 500 juta. Namun ia baru membayar Rp 130 juta. Polisi mengungkap kasus pembunuhan dan pembakaran ayah-anak, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23). Otak pelaku yaitu istri sekaligus ibu tiri korban, inisial AK (35). Persoalan urusan rumah tangga dan utang menjadi pemicu peristiwa keji tersebut.

“Motifnya karena ada masalah rumah tangga dan utang piutang,” ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Meski begitu, terkait masalah rumah tangga dan utang piutang, belum diungkapkan secara jelas oleh polisi. Pihaknya masih mendalami penyelidikan. Kepada polisi, AK mengaku menyewa empat eksekutor untuk menghabisi nyawa suaminya dan anak tirinya tersebut.

Ayah dan anak itu dihabisi eksekutor di kediamannya di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Jasad Edi dan Pradana lantas dimasukkan ke mobil korban. Mobil dibawa ke kawasan Cirendeu, Jakarta Seletan. Di situlah, eksekutor meminta AK untuk mengambil mobil yang berisi jenazah ayah dan anak.

Baca Juga: Kenali Sindrom Marfan yang Langka dan Sedang Viral di Medsos

AK melibatkan anaknya KV. Ibu dan anak kandung itu lantas membawa mobil berisi mayat ke kawasan Cidahu. Di sana, AK membeli sebotol bensin dan memberikan kepada KV. Anaknya itu kemudian menyiramkan bensin ke mobil dan membakar mobil tersebut. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply