Cukai Rokok Melonjak, 7.400 Pekerja Bakal Terancam PHK

0
C CumaBerita.com, Jakarta. Sebelumnya pemerintah menargetkan penerimaan cukai akan melonjak setelah adanya keputusan kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen pada 2020. Target penerimaan cukai disepakati Rp 180,5 triliun pada 2020. Demikian hasil Panja Asumsi Dasar dan Anggaran yang dibacakan dalam rapat kerja antara Banggar DPR dengan pemerintah.

“Kenaikan target cukai rokok diusahakan semaksimal mungkin dari optimalisasi pemberantasan rokok ilegal,” ujar ketua Panja Said Abdullah saat membacakan kesimpulan Panja. Target penerimaan cukai Rp 180,5 triliun pada 2020 yang disepakati Panja lebih besar dari usulan awalnya Rp 179,2 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Tarif cukai rokok mulai naik Januari 2020, otomatis harga rokok juga ikut naik. Hal ini dinilai dapat membuat volume penjualan rokok turun di tingkat konsumen karena harganya mahal. Menurut Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo dengan berkurangnya volume penjualan maka produksi rokok pun akan dikurangi oleh perusahaan. Ujungnya bukan cuma produksi yang terpangkas, buruh pabrik rokok pun bakal kena batunya. Kalau produksinya diturunkan pasti karyawan yang kena, karena perusahaan akan lakukan efisiensi.

Budidoyo mengatakan tenaga kerja bakal banyak terpangkas pada industri rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT). Di Indonesia ada 3 jenis rokok, SKT merupakan salah satu mayoritas yang beredar, dua lainnya adalah Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM). Menurut Budidoyo, untuk industri rokok SKT, penurunan produksi sebesar 5% saja dapat membuat 7 ribu buruh rokok terancam PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Lalu, di bagian industri rokok SKM dengan penurunan produksi yang sama bisa memangkas 400 orang buruh. Kalau menurut hitungan teman-teman, sekarang itu setiap turun 5% produksinya rokok SKT bisa berdampak kepada pemangkasan 7.000 karyawan. Lalu kalau rokok SKM penurunan 5% yang kena 400 orang.

Baca Juga: Harga Rokok Melonjak 35%

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 152 tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau. Dengan PMK tersebut, maka cukai rokok resmi naik dengan tarif rata-rata 21,56%, dan kenaikan harga jual eceran (HJE) rata-rata sebesar 35%. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply