Kemendagri, Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire Orang Kurang Waras

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Sebelumnya publik digemparkan dengan keberadaan Keraton Agung Sejagat, kini muncul kelompok yang menamakan diri Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE). Kelompok ini turut menjadi sorotan oleh warganet.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung Ferdi Ligaswara menyatakan kelompok Sunda Empire-Earth Empire (SE-EE) tidak terdaftar sebagai mitra Pemerintah Kota Bandung. Ferdi menyampaikan organisasi atau kelompok manapun tak boleh keluar dari aturan dan konteks ketatanegaraan yang berlaku. Sebuah unggahan terkait keberadaan Sunda Empire dibagikan oleh akun Facebook Yuni Rusmini. Dalam unggahannya, Yuni melampirkan tangkapan layar unggahan Renny berisi tentang Sunda Empire-Earth Empire.

Tampak beberapa foto kegiatan Sunda Empire itu, beberapa di antaranya ada yang mengenakan seragam hijau lengkap dengan baret berwarna biru. Sebelumnya, di Kabupaten Purworejo, keberadaan Keraton Agung Sejagat mendadak ramai diperbincangkan warganet di media sosial twitter. Keraton itu mengklaim sebagai kerajaan penguasa penerus Majapahit. Namun raja dan ratu Keraton itu telah ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan.

Para pengikut Keraton Agung Sejagat diwajibkan membayar uang Rp3 juta sebagai biaya pendaftaran anggota kerajaan dan diiming-imingi hidup yang lebih baik.Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar menyebut kerajaan-kerajaan baru, seperti Keraton Agung Sejagat (KAS) dan Sunda Empire dikelola oleh orang yang tidak waras. Kelompok itu menyalahgunakan organisasi kemasyarakatan (ormas). Mereka mengemas dengan kegiatan kebudayaan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Bahtiar yang juga menjabat Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum itu mengaku telah memerintahkan Kesbangpol di Pemda untuk menelusuri hal tersebut. Kemendagri juga mengimbau pemda untuk aktif menyadarkan masyarakat. Bahtiar bilang masyarakat harus dibiasakan untuk tidak percaya dengan narasi-narasi seperti itu. Sebelumnya, publik dihebohkan dengan deklarasi kemunculan Keraton Agung Sejagat.

Mereka mengklaim sebagau penerus Kerajaan Majapahit. Beberapa lama setelahnya, bermunculan kerajaan baru lainnya seperti Sunda Empire. Usai pengusutan, Polda Jawa Tengah akhirnya menangkap Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat Totok Santosa dan Fanni Aminadia di Wates, Yogyakarta.

Baca Juga: Lucu, Toto Santoso Raja Keraton Sejagat Mohon Maaf Semua Fiktif

Wates berada di luar wilayah Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Mereka diduga melakukan perbuatan melanggar pasal 14 UU No 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong berakibat membuat onar di kalangan rakyat dan pasal 378 KUHP tentang penipuan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply