Susur Sungai Seret Ratusan Siswi SMPN 1 Turi Yogya, Tujuh Tewas

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Kabar duka datang saat korban tewas terseret arus Sungai Sempor, Yogyakarta tercatat enam orang. Korban tewas adalah pelajar SMP Negeri 1 Turi, Yogyakarta yang tengah menggelar susur sungai. Ada 250 orang pelajar SMP Negeri 1 Turi yang mengikuti acara susur sungai tersebut.

Saat susur sungai digelar, debit air sungai meningkat dan menghanyutkan ratusan siswa. Usai kejadian, pendataan segera dilakukan. Korban tewas yang segera ditemukan tercatat berjumlah enam orang. Satu orang siswa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta yang hanyut di Sungai Sempor kembali ditemukan. Masih ada 3 siswa yang dinyatakan hilang sejak kemarin, Jumat 21 Februari 2020. Komandan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta, Pristyawan mengatakan jumlah korban bertambah menjadi 7 orang. Laporan terakhir didapat pada pukul 04.30 WIB, Sabtu 22 Februari 2020. Ada total 23 korban yang mengalami luka-luka akbat terbawa arus Sungai Sempor.

Ada dua orang diantaranya yang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Turi Sleman. Korban meninggal dunia siswa SMPN 1 Turi antara lain Sovie Aulia, Arisma Rahmawati, Nur Azizah, Latifa Zulfaa, Khoirunnisa Nurcahyani, Fanea Dida, serta Evieta Putri Larasati. Sementara 3 siswa yang belum ditemukan yaitu Yasinta Bunga, Zahra Imelda, serta Nadine Fadilah.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB X) sempat mengunjungi SMPN 1 Turi, Sleman. Sri Sultan Hamengku Buwono menyampaikan bela sungkawa atas musibah yang baru saja terjadi. Selain itu, Sri Sultan Hamengku Buwono juga menyesalkan ada kegiatan yang dilakukan di sungai saat musim penghujan masih. Menurutnya, kegiatan semacam itu jelas membahayakan keselamatan siswa.

Selain melakukan peninjauan di SMP N 1 Turi, Sri Sultan juga mengunjungi para korban yang dirawat di Puskesmas Turi. Sri Sultan Hamengku Buwono memberi pesan agar tidak ada lagi kegiatan serupa ketika musim hujan belum berakhir.

Baca Juga: Foto Terakhir Ashraf Sinclair Beberapa Hari Sebelum Meninggal

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY, Reni Kraningtyas mengimbau agar masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai kilat petir, angin kencang, atau hujan dengan durasi yang panjang. Hal ini dapat berdampak terjadinya longsor, banjir, dan banjir bandang. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply