Ribuan Pengendara Putar Balik, Hari Pertama Larangan Mudik

0
R CumaBerita.com, Jakarta. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kendaraan yang tetap bisa beroperasi.

Pemerintah telah resmi mencegah masyarakat untuk mudik dengan menerapkan larangan sementara penggunaan sarana transportasi pada 24 April – 31 Mei. Meski demikian masih ada jenis kendaraan tertentu yang tetap diizinkan dipakai pada periode tersebut. Permenhub tersebut menetapkan sarana transportasi yang dilarang kategori darat, laut dan udara. Khusus transportasi darat, jenis kendaraan yang dilarang yakni kendaraan umum bus dan mobil penumpang, serta kendaraan pribadi mobil, bus, dan sepeda motor. Larangan mudik selama 38 hari ini berlaku pada daerah yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), zona merah penyebaran virus corona, dan aglomerasi (pemusatan wilayah) PSBB. Pengecualian, Pasal 5 pada Permenhub mengatur tentang pengecualian larangan operasi sarana transportasi.

Poin pada pasal ini melarang kendaraan mengangkut penumpang selain itu kendaraan yang berada dalam satu aglomerasi masih dapat digunakan. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Istiono mengatakan sekitar 1.400 kendaraan diputarbalikkan ke rumah masing-masing saat hendak mudik Lebaran 2020 melalui jalur tol. Selain itu, ia menjelaska penyekatan di jalan arteri sekitar 80 sampai 100 kendaraan yang dicegat untuk kemudian diminta putar balik.

Jumlahnya, dari seluruh titik penyekatan ada sekitar 1.600 kendaraan di jalur arteri. Kendati demikian, jumlah tersebut dapat berubah lantaran pihak kepolisian masih melakukan penyekatan di sejumlah titik tersebut. Selama menyekat jalur, Istiono menjelaskan bahwa situasi dan kondisi di setiap titik akan berbeda. Sebab, anggota kepolisian harus menyeleksi dan memilah kendaraan-kendaraan yang hendak melakukan mudik atau hanya berkegiatan sehari-hari.

Dalam penerapannya, kepolisian akan memaksimalkan sanksi dengan meminta pengemudi memutarbalikkan kendaraan ke rumah masing-masing apabila masih nekat melangsungkan kegiatan mudik selama masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Fakta Dibalik Zaskia Gotik Nikah Siri Dengan Pengusaha Kaya

Sejumlah sanksi pidana berupa denda dan juga kurungan penjara akan diberlakukan bagi pemudik jika dikaitkan dengan Undang-Undang Kekarantinaan Kesehatan. Namun, sejauh ini pihak kepolisian masih berupaya mengedepankan pemberian sanksi dengan meminta kendaraan untuk putar balik di tengah perjalanan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply