Vaksin Virus Corona Akan Tersedia di Akhir 2021, Sebut WHO

0

S CumaBerita.com, Jakarta. Sebelumnya Temuan positif virus Corona COVID-19 untuk kedua kalinya semakin banyak bermunculan. Organisasi kesehatan dunia WHO baru-baru ini mengungkapkan dugaan penyebabnya.

Seorang juru bicara yang mengungkap, seseorang yang mendapatkan hasil positif setelah sebelumnya dipulihkan dari virus Corona, menggunakan adalah salah positif. Lebih dari 100 orang di Korea Selatan disetujui kembali mendapat hasil positif dalam pemeriksaan virus Corona, setelah berhasil dipulihkan. Siapa pun yang meminta sama-sama menginvestigasi temuan tersebut. Temuan pasien yang mendapat hasil positif untuk kedua kalinya dikhawatirkan karena gelombang kedua wabah Corona. Jika itu terjadi, maka penguncian yang dibatalkan akan diubah. Kemungkinan ‘reinfeksi’ juga akan mempersulit proses pembuatan vaksin yang manjur. Saat seseorang pulih dari virus Corona, mengeluarkan antibodi dalam sepekan setelah infeksi. Antibodi ini memberi kekebalan, Meskipun tidak jelas, kuat dan lama kemampuannya menangkal infeksi. Berbagai negara telah melakukan uji klinis untuk menemukan vaksin virus Corona COVID-19.

Kehadiran vaksin sangat diharapkan karena dianggap sebagai cara paling efektif untuk mengatasi pandemi virus ini. Lebih dari satu negara menunggu pada waktu virus ini sampai merogoh kocek yang dalam. Ada berbagai pihak yang ikut terlibat dalam pembuatan vaksin, seperti perusahaan farmasi, pemula, universitas, dan lembaga penelitian. Ada tiga perusahaan farmasi besar di Amerika Serikat, yaitu Inovio, Moderna, dan Pfizer yang sudah memulainya.

Mengutip dari Al Arabiya, para peneliti di Universitas Oxford yakin bisa menyelesaikan vaksin ini di bulan Agustus-November 2020 mendatang. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi vaksin ini baru akan tersedia pada akhir 2021. Hal ini disampaikan oleh Ketua Jaringan Peringatan dan Tanggap Wabah Global WHO, Dale Fisher.

Dengan adanya persetujuan ini, diharapkan masyarakat untuk tidak terlalu berharap untuk menerima vaksin tersebut. Alasannya karena vaksin yang ada saat ini masih ada di fase satu, yaitu proses pengembangan. Selanjutnya, vaksin harus melewati fase 2 dan 3 untuk memastikan vaksin tersebut aman dan dapat diandalkan.

Baca Juga:  123 Pegawai Pegawai RSUD Cilegon Diisolasi, Positif Corona

Jika vaksin sudah ditemukan dan sesuai, akan segera diproses dan dikirim untuk massal. Tapi, proses itu sangat panjang dan butuh waktu yang cukup lama. Tetap saja, butuh waktu lama untuk mengembangkan obat baru. 12-18 bulan hingga vaksin tersedia. (Fan / Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply