Kemenag Gelar Sidang Isbat 22 Mei 2020, Tentukan Idul Fitri

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Sidang isbat secara harfiah isbat berarti penyungguhan, penetapan, dan penentuan) adalah sidang penetapan dalil syar’i di hadapan hakim dalam suatu majelis untuk menetapkan suatu kebenaran atau peristiwa yang terjadi.

Sidang isbat juga bisa dilakukan dengan kedatangan sang penuntut yang meminta haknya atau mencegah terjadinya penolakan terhadap hak tersebut. Jika tuntutannya dipenuhi oleh hakim sesuai dengan ketetapan syar’i, maka hakim mencegah penolakan terhadap haknya dan mengabulkan tuntutannya. Dalam kondisi ini, seorang penuntut diwajibkan memberikan bukti tuntutannya, sementara tergugat harus mengucapkan sumpah jika ingin menolak tuntutan. Namun di Indonesia secara populer sidang isbat sering dikaitkan dengan penetapan datangnya bulan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha, selain juga isbat nikah. Sidang isbat Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha diselenggarakan oleh pemerintah sejak tahun 1950 dengan tujuan menetapkan hari pertama Bulan Ramadhan, Syawal, dan tanggal 10 Dzulhijjah.

Pada awal penyelenggaraannya, sidang ini hanya sederhana dengan didasarkan fatwa para ulama bahwa negara punya hak untuk menentukan datangnya hari-hari tersebut. Kemudian mulai tahun 1972, Badan Hisab Rukyat (BHR) mulai dibentuk di bawah Kementerian Agama. Di dalamnya terdapat para ahli, ulama dan ahli astronomi, yang tugas intinya memberikan informasi, memberikan data kepada Menteri Agama tentang awal bulan Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah. Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang Isbat penetapan awal bulan Syawal dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah pada hari Jumat 22 Mei 2020.

Sidang dilakukan secara terbatas karena pandemi virus corona (Covid-19). Sidang isbat akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Fachrul Razi. Kemenag mengundang para tokoh dari berbagai ormas Islam. Namun para tokoh kali ini diminta hadir secara virtual melalui aplikasi pertemuan daring. Sidang isbat akan ditayangkan sejak pukul 17.00 WIB melalui TVRI. Sidang juga akan disiarkan langsung lewat berbagai media sosial milik Kemenag.

Baca Juga: Salat Idul Fitri Boleh di Rumah, Fatwa MUI

Rencananya Kemenag akan mempertimbangkan penentuan Hari Raya Idul Fitri 1441 H menggunakan rukyatul hilal. Hilal akan dipantau di 80 titik yang tersebar di 34 provinsi. Sesi pertama dimulai pukul 17.00 WIB, berupa pemaparan posisi hilal Awal Syawal 1441 H oleh anggota Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya. Setelah Magrib, sidang Isbat dibuka Menteri Agama RI, dilanjutkan laporan data hisab dan rukyatul hilal. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply