Foto Profil Iman Brotoseno, Dirut TVRI di Majalah Playboy

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Iman Brotoseno, Direktur Utama (Dirut) TVRI tak menampik pernah menjadi kontributor majalah Playboy Indonesia seperti yang disoroti oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW). Namun Iman menegaskan artikel yang ia tulis untuk majalah Playboy Indonesia jauh dari unsur pornografi.

“Dalam tahun 2006-2008 saya sering menjadi kontributor foto dan artikel tentang penyelaman di berbagai majalah, termasuk salah satunya pernah dimuat hanya satu kali, di majalah Playboy Indonesia, edisi September 2006 dengan judul ‘Menyelam di Pulau Banda’. Tulisan ini fokus mengulas wisata bahari dan sama sekali tidak ada unsur pornografi,”. Menurut Iman Brotoseno, majalah Playboy Indonesia sangat berbeda dengan yang terbit di luar negeri. Iman Brotoseno menyebut banyak tokoh nasional yang diwawancarai oleh majalah tersebut. Terkait rekam jejak Iman Brotoseno itu, HNW juga menyinggung kasus hukum yang melilit Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Playboy Indonesia pada 2010. Iman Brotoseno memberikan penjelasan. Dalam blog pribadinya, Iman Brotoseno memuat tulisannya yang tayang di majalah Playboy Indonesia pada 2006. Judul artikelnya, ‘Menyelam di Banda Neira Sambil Menyusuri Kemegahan Kolonial Abad Pertengahan’.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai penetapan Iman Brotoseno (Iman Br) menjadi Direktur Utama (Dirut) TVRI tidak sesuai dengan Tap MPR Nomor VI/MPR/2001 Tahun 2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa. Sebab, sebut HNW, Iman pernah menjadi kontributor majalah Playboy Indonesia. Iman kemudian menjelaskan satu kali keterlibatannya di majalah itu soal artikel pariwisata. Di dalam Tap MPR tersebut, kata Hidayat, salah satu poinnya adalah pentingnya etika sosial dan budaya, yaitu dengan ‘perlu menumbuhkembangkan kembali budaya malu, yakni malu berbuat kesalahan dan semua yang bertentangan dengan moral agama dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

HNW juga berpendapat bahwa penetapan Iman sebagai Dirut TVRI dengan rekam jejak yang seperti itu tak sesuai dengan budaya beragama di Indonesia. Pimpinan MPR dari Fraksi PKS itu menyebut penetapan tersebut justru akan membuat gaduh dan resah masyarakat yang sedang dilanda kesusahan karena pandemi virus Corona (COVID-19).

Baca Juga: Cara Mudah Cek NISN Secara Online

Apalagi, lanjut HNW, saat ini warga diminta bekerja dan belajar dari rumah saja yang salah satu kegiatannya adalah menonton tayangan televisi. TVRI, dia melanjutkan, menjadi stasiun televisi yang bisa menjangkau masyarakat Indonesia secara sangat luas hingga seluruh pelosok. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply