Foto Meme Polisi di Ponorogo Satpam Masuk Penjara

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Larangan ungkapan kebencian kembali bergulir lewat edaran Kapolri, tujuannya untuk menangkal konflik horizontal. Media sosial baik status Facebook maupun kicauan di Twitter kerap menjadi media ungkapan kebencian. Kini sudah tidak bisa lagi, bahkan jika kurang hati-hati orasi berlebihan dalam demonstrasi juga bisa menjadi bumerang.

Dalam Surat Edaran Kapolri, bentuk ungkapan kebencian ialah penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, memprovokasi, menghasut serta menyebarkan berita bohong. Sementara ungkapan kebencian umumnya menyinggung SARA, gender, disabilitas, dan orientasi seksual. Karena itu, mulai sekarang harus bijak menggunakan sosial media, jika tidak ekspresi bisa berujung jeruji besi.

Belum lama ini seorang satpam bank swasta di Madiun, Jawa Timur, Imelda Syahrul Wahab harus berurusan dengan polisi setelah mengunggah foto berjudul info cegatan wilayah Ponorogo di jejaring sosial Facebook. Menampilkan lelucon dan membuat anggota Polantas Ponorogo Bripda Gorres meradang. Imelda Syahrul Wahab terjerat Undang-Undang IT dan terancam kurungan delapan tahun penjara atau denda Rp 2 miliar.

Baca Juga: Cara Mudah Menggunakan Kartu BPJS Kesehatan

Brigadir Polisi Dua (Bripda) Aris Kurniawan berang saat mengetahui meme dari wajahnya menghiasi laman group Facebook, Info Cegatan Polisi Ponorogo. Dia tidak terima dijadikan bahan bully. Akhirnya Bripda Aris pun melaporkan si pelaku ke Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polisi Resor (Polres) Ponorogo. Polisi melacak pemilik akun Facebook yang mengunggah meme tersebut dan akhirnya bisa ditangkap pada 1 November 2015. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply