Penyebab Ledakan Libanon, Korban Tewas 100 Orang

0
P CumaBerita.com, Jakarta. Berdasarkan sejumlah video yang tersebar di media sosial, kemudian ledakan besar terdengar sampai ke seluruh penjuru Beirut. Ledakan terdengar bersamaan dengan gelombang asap berbentuk jamur yang langsung menyapu wilayah sekitar sumber ledakan hingga puluhan kilometer.

Guncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan itu menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk dan bangunan di sebagian Beirut terutama dekat sumber ledakan pecah dan terbakar. Ledakan bahkan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan. Dewan Pertahanan Tertinggi Libanon menyatakan ledakan di Ibu Kota Beirut pada Selasa 4 Agustus 2020 petang sebagai disaster-striken city atau bencana kecelakaan. Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Libanon, Hajriyanto Y Thohari, menurut informasi yang didapat dari otoritas setempat. Dewan Pertahanan Tertinggi Lebanon menyatakan ledakan Beirut adalah Disaster-Striken City atau kota yang terdampak oleh bencana dan menyatakan status ‘berkabung’ selama tiga hari, dan merekomendasikan kepada Kabinet untuk mendeklarasikan State of Emergency selama 14 Minggu.

Chief of General Security Libanon, Abbas Ibrahim, menyampaikan penelaahan awal bahwa terdapat 2.700 ton amonium nitrat yang meledak di sebuah gudang dekat Pelabuhan Beirut. Amonium nitrat adalah bahan kimia berdaya ledak tinggi yang sering digunakan untuk pupuk, tetapi juga dipakai sebagai bahan peledak. Meski begitu, aparat Libanon belum dapat memastikan penyebab ledakan. Dewan Keamanan Tinggi Libanon segera menggelar rapat darurat tak lama setelah ledakan terjadi.

Dewan tersebut segera menetapkan Beirut sebagai kota terdampak bencana kecelakaan pasca-ledakan terjadi. Dewan Pertahanan Tertinggi juga memutuskan membentuk komisi khusus untuk menyelidiki bencana ledakan tersebut. Komisi itu diminta menyiapkan laporan terkait penyelidikan dalam lima hari ke depan. Perdana Menteri Libanon Hassan Diab mendesak komisi investigasi segera mempublikasikan temuan mereka dalam waktu 48 jam ke depan. Palang Merah Libanon melaporkan hingga kini korban tewas akibat ledakan besar di Ibu Kota Beirut pada Selasa 4 Agustus 2020 petang telah mencapai lebih dari 100 orang.

Baca Juga: Video Ledakan Dasyat Di Beirut Libanon

Organisasi itu juga menuturkan lebih dari 4.000 orang terluka akibat ledakan yang berasal sebuah gudang di dekat pelabuhan Beirut dan berisi 2.700 ton amonium nitrat tersebut. Ledakan tersebut terjadi sekitar Selasa petang pukul 18.02 waktu lokal. Sejauh ini, pihak berwenang Libanon belum bisa memastikan penyebab ledakan. Namun, Dewan Pertahanan Tertinggi Libanon segera menetapkan Beirut sebagai disaster-striken city atau kota yang terdampak bencana kecelakaan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply