Pahami Lebih Dalam Tentang Pajak PPN Berikut

0
P CumaBerita.com, Jakarta. Pajak Pertambahan Nilai atau PPN merupakan pungutan yang dibebankan atas transaksi jual beli barang dan jasa. Biasanya dilakukan oleh para wajib pajak baik pribadi maupun badan yang menjadi Pengusaha Kena Pajak atau PKP. Sehingga bagi Anda yang merupakan pengusaha atau penjual produk berkewajiban memungut, menyetor dan melaporkan pajak tersebut. Apabila Anda masih bingung dengan beberapa istilah tersebut, sebaiknya langsung saja simak informasinya pada ulasan berikut ini.

Pajak Pertambahan Nilai atau PPN

Sebagai Pengusaha Kena Pajak Anda berkewajiban menyetorkan pajak kepada negara sesuai dengan aturan yang telah berlaku. Namun sebenarnya pihak yang membayar pajak tersebut adalah konsumen melalui transaksi dengan penjual. Biasanya besaran pajak yang dikenakan dicantumkan dalam setruk belanja konsumen. Hal ini dilakukan sebagai bukti apabila konsumen telah menanggung beban membayar pajak.

Pajak Pertambahan Nilai memiliki dasar hukum yang telah diatur dalam undang-undang. Dimana di dalamnya berisi beberapa hal yang berkaitan mulai dari tarif, objek pajak, tata cara penyetoran, pelaporan dan sebagainya. Untuk mengetahui informasi yang lebih lengkap, yuk simak ulasan berikut.

Objek PPN

Setelah mengetahui pengertian pajak PPN, selanjutnya apa saja yang merupakan objek PPN? Sebagai seorang pengusaha pastinya Anda penasaran dengan beberapa objek PPN, untuk itu simak beberapa hal yang dikenai pajak PPN berikut ini. Ekspor barang kena pajak berwujud atau tidak berwujud dan ekspor jasa kena pajak oleh Pengusaha Kena Pajak atau PKP.

Penyerahan barang kena pajak dan jasa kena pajak dalam daerah pabean yang dilakukan oleh pengusaha dan impor barang kena pajak. Selanjutnya, pemanfaatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean. Selain itu penyerahan aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjual-belikan. Kegiatan membangun sendiri bangunan dengan luas lebih dari dua ratus meter persegi yang dilakukan di luar lingkungan perusahaan.

Tarif PPN

Seperti yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya jika tarif PPN sudah diatur dalam undang-undang, dengan beberapa ketentuan sebagai berikut. Untuk tarif PPN yang pertama sebesar sepuluh persen, sedangkan tarif kedua PPN sebesar nol persen. Namun tarif ini hanya diterapkan kepada ekspor barang kena pajak berwujud, ekspor barang kena pajak tidak berwujud dan ekspor jasa kena pajak.

Tetapi tarif pajak tersebut masih dapat berubah menjadi paling rendah lima persen dan paling tinggi sebesar lima belas persen. Sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi sebab beberapa tarif pajak PPN tersebut telah diatur oleh Peraturan Pemerintah.

Sebaiknya sebagai warga negara yang baik dalam memenuhi kewajiban kepada negara Anda tidak boleh terlambat dalam membayar pajak. Apalagi jika Anda seorang pengusaha yang wajib melakukan pembayaran pajak PPN. Untuk memudahkan Anda dalam mencatat berbagai transaksi keuangan usaha sekarang sudah ada aplikasi pencatatan keuangan BukuKas.

Baca Juga: Lakukan Hal Ini Biar Kuat Hadapi Resesi, Nggak Perlu Panik!

Dengan menggunakan aplikasi ini Anda juga bisa memantau pencatatan keuangan usaha, pencatatan hutang piutang, pembukuan transaksi dan sebagainya. Sehingga dengan aplikasi tersebut Anda menjadi lebih mudah menentukan pajak pertambahan nilai kepada konsumen. Untuk itu langsung saja unduh aplikasinya sekarang juga!! (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply