Sosok Menteri Edhy Prabowo Iis Rosita Dewi Tersangka Korupsi Benur

0
S CumaBerita.com, Jakarta. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap bersama istrinya, Iis Rosita Dewi, dan 15 orang lainnya, termasuk sejumlah staf dan dirjen di Kementerian yang pernah dikepalai Susi Pudjiastuti itu.

Sejumlah barang mewah yang diduga dibeli dari hasil korupsi ekspor benih lobster disita Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan Edhy mendapatkan uang belanja saat pergi ke Honolulu, Hawaii dari rekening pemilik perusahaan forwarder ekspor benih lobster PT ACK, ABT dan AMR. Uang tersebut diduga dari hasil suap izin ekspor benih lobster. Perusahaan-perusahaan ini mentransfer uang dengan total Rp3,4 miliar ke staf Istri Edhy Prabowo. Dana ini diperuntukkan membeli keperluan belanja barang mewah Edhy, istri dan staf mereka. Uang korupsi benur itu, oleh Edhy dan istrinya digunakan untuk belanja berbagai barang mewah di Honolulu. Belanjaan itu ditaksir senilai Rp750 juta. Tak hanya barang tersebut, saat gelar perkara KPK juga menunjukkan barang mewah lain milik Edhy yang diduga dibeli dari hasil korupsi benur itu. Barang-barang itu berupa sepasang sepatu pria bermerek, dan sepeda mewah.

Tak hanya barang mewah, KPK juga mengamankan berbagai barang lain, salah satunya kartu debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dan saat ini masih diinventarisir oleh tim. Edhy kini telah ditetapkan sebagai tersangka terkait perizinan tambak, usaha dan/atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya. Begitu pula enam orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Kasus yang menjerat Edhy sendiri bermula dari izin pembukaan ekspor benur atau benih lobster yang mulai diberlakukan tahun ini.

Izin benur itu dianggap bermasalah, hingga akhirnya terciduk KPK. Dalam kasus ini, Edhy menjadi tersangka sebagai penyelenggara negara yang menerima suap. Edhy Prabowo disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga: MENDAPATKAN PAKAIAN WANGI DAN SEGAR DENGAN MENCUCI SENDIRI TANPA LAUNDRY

Pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply