Jack Ma Muncul di Video Telekonferensi, Diduga Hilang

0
J CumaBerita.com, Jakarta. Jack Ma dilaporkan tidak terlihat di publik sejak dua bulan lalu, termasuk tidak menghadiri acara final TV show-nya sendiri, Africa’s Business Heroes. Orang terkaya nomor 25 versi Bloomberg’s Billionaires Index ini diduga hilang setelah memberikan kritik terhadap Pemerintah China.

Kritiknya itu Jack Ma sampaikan pada Oktober lalu di Shanghai. Jack Ma mengkritik aturan perbankan di China yang dia samakan seperti pegadaian. Untuk itu, Jack Ma menginginkan adanya perubahan atau reformasi. Laporan hilangnya Jack Ma dari publik membuat video percakapan antara Miles Kwok dan Direktur Kyle Bass mencuat kembali di Twitter dan telah dibagikan ratusan kali. Di dalam video itu, Jack Ma diprediksi oleh Miles Kwok hanya akan mengalami dua akhir hidup. Jika memang benar pendiri Alibaba itu menghilang karena kritiknya terhadap pemerintah sehingga menyebabkan Jack Ma harus mendekam di penjara atau dibunuh maka prediksi dua tahun lalu itu bisa dibilang benar. Namun beberapa saat lalu dilansir Reuters yang mengutip Tianmu News, Jack Ma terlihat dalam video telekonferensi dengan seratus guru yang mengajar di wilayah pedesaan China. Ini menjadi kemunculan pertamanya. Menurut keterangan Yayasan Jack Ma, pendiri Alibaba itu menghadiri kegiatan kelompok Inisiatif Guru Pedesaan secara daring.

Dalam rekaman video sepanjang 50 detik itu, Ma terlihat mengenakan jas berwarna biru tua dan menyampaikan sambutan melalui kamera dari ruangan berlatar tembok marmer dan karpet dengan corak garis. Belum diketahui lokasi tempat Jack Ma menyampaikan sambutan itu. Jack Ma juga sempat menyampaikan ucapan selamat kepada para guru yang mendapat penghargaan. Jack Ma juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak hadir dalam kegiatan yang sama tahun lalu di kota pesisir Sanya.

Baca Juga: Video Banjir Bandang Terjang Puncak Bogor, 900 Warga Mengungsi

Sosok Jack Ma tidak terlihat di hadapan publik sejak mengkritik badan dan bank China, saat menjadi pembicara sebuah konferensi teknologi finansial pada Oktober 2020. Kritik itu disebut menuai kemarahan dari regulator China dan membuat perusahaan Ma seperti Ant Group dan Alibaba mendapatkan tekanan regulasi dari otoritas China. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply