Fakta Pertamina Buka Soal Proses Warga Tuban Jadi Miliarder

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Warga desa di Tuban kaya mendadak lalu viral setelah video mereka memborong ratusan mobil baru tersebar di media sosial. Mereka tiba-tiba menjadi miliarder usai menerima uang ganti rugi pembebasan lahan untuk proyek kilang yang merupakan kerja sama antara Pertamina dan perusahaan asal Rusia, Rosneft.

Proyek kompleks kilang minyak dan petrokimia di Tuban, Jawa Timur itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengunjunginya bersama Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok, beserta pejabat lainnya. Jokowi menginginkan pembangunan kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) yang terletak di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur selesai dalam waktu tidak lebih dari tiga tahun. Hal itu diperintahkannya langsung kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, dan Komut Pertamina Ahok. Kilang minyak TPPI sendiri merupakan salah satu kilang terbesar di Indonesia. Kilang ini dapat menghasilkan produk aromatik, baik paraxylene, orthoxylene, benzene, toluene, heavy aromatic, dan juga penghasil BBM premium, pertamax, elpiji, solar, kerosene.

PT Kilang Pertamina Internasional, anak usaha Pertamina yang menaungi proyek Gorss Root Refinery Tuban (GRR Tuban) buka suara soal proses pembebasan lahan yang membuat warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, bisa mendadak menjadi miliarder dan memborong mobil. Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya mengatakan Pertamina tidak melakukan intervensi atas proses penilaian ganti rugi lahan.

Penilaian dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang kemudian ditetapkan BPN setempat. Meski demikian, pembebasan lahan itu sudah sesuai dengan prinsip perusahaan, yaitu, tidak merugikan warga yang lahannya terdampak. Diharapkan supaya uang hasil pembebasan lahan bisa memberikan manfaat ke masyarakat, perusahaannya juga memberikan edukasi kepada warga terdampak agar dapat mengelola uang hasil penggantian lahan dengan sebaik-baiknya.

Bukan hanya itu, proses juga sudah sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2012 mengenai Pengadaan Lahan Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Dengan proses itu, lahan sudah terbebas 99 persen. Dengan itu, proyek bernilai US$15 miliar itu mulai jalan.

Baca Juga: Daftar Lengkap Libur dan Cuti Bersama 2021 yang Disesuaikan Dengan Pemerintah

Sekarang proyek dalam tahap pengerjaan awal. Dalam tahap itu, kontraktor mulai melakukan pembersihan lahan. Sebagai informasi Proyek Kilang Minyak Tuban merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang sudah diamanatkan pemerintah ke Pertamina. Proyek dibangun untuk meningkatkan kapasitas pengolahan minyak sebesar 300 ribu barel per hari. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply