Tembok Beton Dirobohkan, Tutup Akses Rumah Warga Ciledug

0
T CumaBerita.com, Jakarta. Tembok beton sudah berdiri hampir 2 tahun di depan rumah milik mendiang Haji Al-Munir Muchtar. Pembangunannya diduga dilakukan oleh beberapa orang yang merupakan anak buah dari ahli waris pemilik rumah sebelumnya, Haji Rulli.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akhirnya merobohkan tembok beton setinggi 1,5 meter yang berdiri di depan pagar rumah warga, Jalan Akasia 2, RT 001/RW 09, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten pada hari ini, Rabu 17 Maret 2021. Pembongkaran tembok beton yang menutupi bangunan rumah di atas tanah seluas 1.080 meter persegi itu dilakukan Satpol PP Pemkot Tangerang dengan pengawalan anggota TNI dan Polri. Berdasarkan keterangan kolega Haji Muchtar, Dahlan Malvinas, tembok beton dibangun karena Haji Rulli diduga tak rela kehilangan hak kepemilikan tanah setelah tanah tersebut disita oleh bank. Proses lelang tanah dan bangunan tersebut dimenangkan oleh Haji Muchtar sekitar 2015. Dahlan mengatakan tembok beton didirikan pertama kali pada 2019. Saat itu, tembok beton berdiri sekitar 2,5 meter dari pagar rumah Haji Muchtar. Kemudian tembok beton kembali dibangun pada 21 Februari 2021.

Tembok kali ini berdiri tepat di muka pagar. Alhasil keluarga Haji Muchtar harus memanjat pagar ketika hendak keluar rumah. Lurah Tajur dan Camat Ciledug sudah memfasilitasi mediasi antara Haji Rulli dengan Haji Muchtar untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, upaya mediasi tak pernah menemukan titik terang karena Haji Rulli tak pernah hadir.

Terpisah, Asisten Tata Pemerintahan Pemkot Tangerang mengatakan keputusan merobohkan tembok beton tersebut diambil lantaran usaha mediasi dengan kedua belah pihak tak menemui titik terang. Akhirnya, Pemkot Tangerang membongkar tembok beton tersebut untuk memberikan akses jalan kepada warga. Pihak yang mengaku memiliki tanah tidak hadir dan tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan lahan.

Baca Juga: Keren, Mobil Safety Car Terbaru F1 dari Aston Martin

Selain itu dari hasil peninjauan lapangan yang dilakukan oleh jajaran Pemkot Tangerang bersama BPN Kota Tangerang didapati bahwa bidang tanah yang menjadi polemik telah tercatat sebagai jalan. Petugas gabungan yang terdiri dari polisi, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) memantau langsung pembongkaran tembok beton tersebut. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply