Fakta Dibalik Proses Terbentuknya Gunung Emas di Kongo Afrika

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Kabar mengejutkan saat diitemukan gunung emas di Kongo Afrika mencuri perhatian dunia, pasalnya gunung di Luhihi, di provinsi Kivu Selatan, Kongo mempunyai kandugan 60% hingga 90% ’emas. Setelah berita tentang emas yang digali dari gunung emas Kongo tersebar di daerah tersebut, ribuan orang bergegas ke gunung dan memulai perburuan harta karun tersebut.

Gunung tersebut mempunyai kandungan ‘90% Emas ‘. Pihak berwenang harus melarang penambangan di sebuah desa di Republik Demokratik Kongo setelah gunung yang kaya kandungan emas ditemukan. Lusinan orang membanjiri gunung di Luhihi, di provinsi Kivu Selatan, Kongo, menyusul penemuan biji emas pada akhir Februari 2021. Dari tempat kejadian menunjukkan orang-orang menggali tanah dengan sekop dan menggunakan tangan mereka mencoba mengambil tanah berharga itu. Emas menjadi salah satu barang berharga yang banyak diburu di dunia. Nilainya terus meningkat dari waktu ke waktu karena berbagai faktor. Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, menyatakan emas di dalam bumi terbentuk dari proses magmatisme. Ada benturan dua inti atom di perut Bumi yang kemudian membentuk inti baru yang lebih besar. Emas yang terbentuk reaksi inti atom biasanya keluar dari dalam Bumi dan strukturnya seperti urat keluar dari permukaan Bumi.

Secara geologi emas banyak ditemukan di negara yang memiliki banyak gunung api. Berbagai teori tentang pembentukan emas. Misalnya, sebuah studi pada tahun 2013 di The Astrophysical Journal Letters menemukan bahwa semua emas di alam semesta kemungkinan besar lahir selama tabrakan bintang mati yang dikenal sebagai bintang neutron. Zme Science memberitakan emas ada kaitannya dengan Big Bang. Emas, seperti kebanyakan logam berat, ditempa di dalam bintang melalui proses yang disebut fusi nuklir.

Baca Juga: Jenis Tanaman Obat Potensial Covid-19, Ada di Dalam Alquran

Pada awalnya, setelah Big Bang, hanya dua unsur yang terbentuk, yakni hidrogen dan helium. Beberapa ratus juta tahun setelah Big Bang, bintang-bintang pertama melesat dengan api nuklirnya. Kebakaran nuklir ini memaksa elemen yang lebih ringan bersama-sama menjadi elemen yang sedikit lebih berat, dan reaksi nuklir ini melepaskan sejumlah besar energi. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply