Rencana Demo Buruh Minta THR 100% Tidak Dicicil

0
R CumaBerita.com, Jakarta. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menegaskan para buruh tak terima jika pembayaran THR tahun ini kembali dicicil. Sebab menurut pernyataan pemerintah juga ekonomi sudah membaik, sehingga seharusnya kondisi perusahaan juga membaik. Pemerintah tengah menggodok kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk tahun ini.

Jika masih sama dengan tahun lalu, maka pengusaha bisa diperbolehkan untuk membayarnya dengan mencicil. KSPI dan buruh berharap pembayaran THR harus 100% dan tidak dicicil karena pemerintah sudah bilang ekonomi mulai membaik. Jika THR dibayar dengan dicicil atau tidak 100% akan semakin memperberat daya beli para buruh. Apalagi mereka sudah tertekan dengan adanya kebijakan dirumahkan atau pembayaran upah yang tidak full. Apalagi BLT, BSU sudah distop oleh pemerintah. Akibatnya konsumsi akan makin menurun juga dan dihantam lagi dengan kenaikan harga barang kebutuhan pokok jelang puasa dan Lebaran. Harus ada keseimbangan dan rasa keadilan antara kepentingan buruh dan pengusaha. Sebab para pengusaha sudah mendapatkan stimulus ekonomi dan keringanan pajak dari pemerintah.

Maka secara bersamaan THR dan upah buruh harus dibayar penuh tidak dicicil agar konsumsi makin meningkat sehingga pertumbuhan ekonomi juga meningkat. Apalagi ancaman PHK besar-besaran sedang terjadi akibat berlakunya Omnibus Law UU Cipta Kerja yang memudahkan PHK dengan pesangon yang kecil. Diharapkan Kemenaker memperhatikan kepentingan buruh dan tidak hanya dari sisi pengusaha saja.

Jika THR tahun ini kembali dicicil, para buruh siap menggelar aksinya. Sebaiknya Menaker memperhatikan juga kepentingan buruh, tidak hanya pengusaha saja, termasuk pemberian THR ini. Sebelumnya Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengaku telah menyiapkan kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini di masa pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga: Fakta Dibalik Proses Terbentuknya Gunung Emas di Kongo Afrika

Sayangnya tidak merinci seperti apa kebijakan THR itu akan dilaksanakan apakah sama dengan tahun lalu. Sebagaimana diketahui, tahun lalu Ida memperbolehkan pengusaha mencicil atau menunda pemberian THR kepada buruh. Hal itu diperkenankan saat itu dunia usaha sedang kesulitan imbas pandemi COVID-19. Oleh karenanya hal-hal semacam itu tidak dapat diabaikan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply