Foto Dua Pelaku Bom Bunuh Diri di Katedral Makassar Sulawesi Selatan

0
F CumaBerita.com, Jakarta. Peristiwa bom bunuh diri yang mengakibatkan 20 orang mengalami luka-luka, terdiri dari masyarakat dan petugas keamanan gereja. Ledakan terjadi sekitar pukul 10.20 WITA, atau pasca-misa kedua berlangsung. Sebagian umat yang mengikuti ibadah sudah pulang ke rumah masing-masing.

Bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) meledak dengan kekuatan besar terjadi di depan gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu 28 Maret 2021 pagi. Dalam insiden teror itu, dua pelaku bom bunuh diri tewas. Mereka terdiri dari satu orang laki-laki dan satu perempuan. Selain itu, seorang satpam gereja turut menjadi korban dan mengalami luka-luka akibat mengadang pelaku memasuki area gereja. Sesaat setelah insiden, polisi turun untuk berjaga dan menyisir sejumlah titik di lokasi kejadian. Tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga diterjunkan untuk memeriksa pelbagai temuan di lokasi kejadian. Pelaku meledakkan diri sembari mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DD 5984 MD. Keduanya ingin memasuki area gereja ketika melihat banyak umat yang telah selesai beribadah keluar. Dari hasil olah TKP sementara, ditemukan bahwa kendaraan tersebut telah hancur.

Kemudian, terdapat juga beberapa potongan tubuh yang diduga dari pelaku pengeboman ini. Pelaku memang dalam pengejaran aparat keamanan. Indikasi kegiatan terorisme di Makassar telah tercium sejak 2015. Puluhan tersangka teroris JAD yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri pada awal Januari lalu juga berkaitan. Mereka telah terendus akan melakukan aksi bom bunuh diri. Dalam penangkapan itu polisi menembak mati dua orang teroris yang menjadi fasilitator buron Andi Baso.

Mereka juga terlibat dalam aksi pengeboman gereja di Jolo, Filipina pada 2019. Penangkapan sejumlah pelaku teroris di Makassar yang sebagian merupakan anggota dan simpatisan dari eks ormas tertentu terus didalami. Ada kemiripan ideologi antara pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dengan tiga bom bunuh diri di Surabaya pada 2018 lalu.

Baca Juga: Contoh Menyampaikan Berita Baik

Para teroris ini mencari kesempatan untuk melakukan aksi. Belum lagi, terorisme sendiri digolongkan sebagai extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa. Hingga saat ini, pemerintah belum mengungkap teror bom bunuh diri tersebut merupakan gerakan secara berkelompok atau hanya dilakukan oleh para pelaku secara independen. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply