Awas, 279 Juta Data WNI Bocor Jadi ‘Tambang Emas’ Baru

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Sudah sangat sering terjadi kebocoran data pribadi di internet. Entah itu data pribadi di ranah swasta seperti data di Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dst, juga data di instansi publik seperti bocornya data pasien COVID-19, data Pemilu di KPU, dan dugaan yang terbaru data BPJS Kesehatan. Kini data 279 juta penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual secara online di forum hacker Raid Forums.

Meski demikian, masalah pasti mengenal kebocoran data tersebut masih ditelusuri. Terlepas dari itu, kasus bocornya data untuk diperjualbelikan bukanlah barang baru. Bahkan itu tak hanya terjadi di Indonesia saja. Tidak mengherankan, sebab data kini merupakan ‘tambang emas’ yang menguntungkan. Kalau di tangan orang yang mengerti mengolah data, data itu tambang emas. Secara de facto data itu sudah menjadi komoditi yang paling berharga di muka bumi ini. Namun, bukan berarti setiap kebocoran data disebabkan oleh oknum yang sengaja ingin mencari keuntungan. Kebocoran data bisa disebabkan keteledoran misalnya tidak mengamankan server dengan baik, tidak melakukan patching (menutupi celah keamanan) dengan disiplin, desain sekuriti yang ceroboh dan tidak secure, tidak menjalankan SOP dengan disiplin. Jika disebabkan oleh oknum, mau secanggih apapun sistem yang melindungi data, data yang tersimpan sangat rentan jebol.

Demikian lemahnya ketahanan siber kita meskipun BPJS selalu maintenance agar keamanan data peserta terjamin kerahasiaannya, ditambah para hacker dan cracker cukup memiliki keahlian yang terus diasah dengan teknologi yang terus di-update. Data BPJS Kesehatan ini sangat besar, 279 juta, termasuk data peserta yang sudah meninggal. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah total penduduk Indonesia. Ini alarm bagi Indonesia.

Baca Juga: Syarat Mudah dan Cara Mudah Untuk Membayar Pajak Kendaraan

Salah satu langkah yang urgen untuk dilakukan adalah penyelesaian pembahasan RUU Pelindungan Data Pribadi (PDP). Pembahasannya memang sedang stagnan karena ada perbedaan pandangan dalam hal penentuan bentuk otoritas Pelindungan data pribadi, apakah lembaga independen atau dikelola oleh Kementerian Kominfo. Adanya kebocoran data ini menjadi tamparan bagi semua pihak untuk menyelesaikan RUU tersebut. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply