Rencana Sultan Lockdown, Covid-19 di Yogya Menggila!

0
R CumaBerita.com, Jakarta. Data terbaru kasus harian COVID-19 di DIY hari ini mencatat 595 kasus, dengan 235 kasus disumbang dari Sleman. Kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogakarta (DIY) kembali mencatat rekor hari ini. Setelah Sleman, Kabupaten Bantul menyusun menyumbang kasus positif Corona sebanyak 174 kasus.

Kemudian Kabupaten Gunungkidul di urutan ketiga dengan 74 kasus, Kabupaten Kulon Progo dengan 57 kasus, dan Kota Yogyakarta dengan 55 kasus. Kasus meninggal per 17 Juni hari ini ada 18 kasus, mayoritas berasal dari pasien COVID-19 lanjut usia (lansia). Sementara itu total jumlah kasus meninggal sebanyak 1.330 kasus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti peningkatan kasus infeksi virus Corona (COVID-19) di Indonesia yang dipicu oleh varian-varian baru. WHO mendesak pemerintah Indonesia untuk memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dalam laporan situasinya, WHO mencatat bahwa peningkatan drastis tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) telah menjadi kekhawatiran besar, dan memerlukan penerapan langkah-langkah kesehatan dan sosial masyarakat yang lebih ketat, termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X bicara soal kemungkinan lockdown sebagai solusi atas kenaikan kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Sultan menyebut lockdown sebagai salah satunya jalan setelah PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tak efektif di lapangan. Sultan menjelaskan pemerintah selama ini telah mengatur masyarakatnya dari RT dan RW.

Hal tersebut sebenarnya sebagai antisipasi terjadi penularan di lingkungan. Tapi dalam pelaksanaan, lanjut Sultan, ternyata PPKM ini tak bisa berjalan efektif. Bahkan, kasus baru harian positif Corona di DIY di atas 500 orang. Sultan melihat peningkatan kasus positif yang naik tersebut tak terlepas dari kedisiplinan masyarakat.

Baca Juga: Bunga Citra Lestari Positif Covid-19, Sudah Vaksin Belum ?

Itu diperkuat dengan tracing yang tertular dari kasus positif. Solusi lokcdown, lanjut Sultan, juga mempertimbangkan bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan di DIY. Seminggu lalu, BOR di DIY masih 35 persen. Namun seminggu terakhir meningkat menjadi 75 persen. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply