Tampang Pengemudi Pajero Aniaya Sopir Ditangkap Polisi

0
T CumaBerita.com, Jakarta. Beberapa saat yang lalu pengemudi mobil Pajero berinisial OK (40) menganiaya sopir truk kontainer berinisial E di Sunter, Jakarta Utara. OK diketahui melakukan aksinya tersebut karena emosi saat diklakson di jalan. Diketahui OK sempat 2 kali dilerai oleh seorang berkaos TNI, namun tidak berhasil.

OK tetap melancarkan aksinya bahkan hingga menyebabkan kaca truk tersebut pecah. Diketahui sopit truk saat ini mengalami retak pada tulang tangan kanan karena mengalami pukulan dari pengemudi Pajero OK. Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap OK. Polisi akan melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan termasuk kesehatan kejiwaan dan pengecekan urine. Terduga pelaku penganiayaan sopir dan perusakan kaca truk kontainer di Jakarta Utara. Pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi menyebut OK diamankan pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB di Bandara Soekarno-Hatta. Polisi menyebut pelaku sempat melarikan diri usai video penganiayaannya kepada sopir truk viral di media sosial. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Pasal-pasal tersebut mulai dari penganiayaan hingga pemalsuan surat kendaraan. Selain itu, dapat dipastikan pelaku bukan merupakan seorang anggota kepolisian. Karena OK diketahui mengemudikan mobil pajero berplat QH saat menganiaya.

Pelaku OK mengaku kesal setelah menganggap sopir truk hampir melukai keluarganya. Pemalsuan pelat nomor kembali menjadi sorotan usai pengemudi Pajero yang menganiaya sopir truk tertangkap. Tersangka berinisial OK ternyata menggunakan pelat nomor palsu. OK disorot setelah pelat kendaraannya terekam bernomor polisi QH. Pelat tersebut diketahui merupakan pelat kedinasan dan tidak dimiliki masyarakat umum.

Baca Juga: Rencana Sultan Lockdown, Covid-19 di Yogya Menggila!

Hingga saat ini, polisi masih mendalami dari mana pelaku OK mendapatkan pelat palsu tersebut. Motif pelaku menggunakan pelat bodong pun masih diselidiki petugas. Terkait pemalsuan pelat nomor ini, OK disangkakan dengan Pasal 263 KUHP pemalsuan surat kendaraan. Ancamannya bisa dipenjara hingga 6 tahun. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply