Lucu! Alasan Hakim Ringankan Vonis Juliari P. Batubara Sudah Menderita Dihina

0
L CumaBerita.com, Jakarta. Juliari P. Batubara, mantan Menteri Sosial (Mensos) divonis 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair 6 bulan kurungan terkait korupsi bansos Covid-19. Vonis tersebut lebih tinggi setahun dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK. Yang menarik adalah salah satu pertimbangan yang meringankan vonis Juliari karena kader PDIP itu dinilai sudah cukup menderita dicaci hingga dihina oleh masyarakat sebelum divonis pengadilan.

Pertimbangan meringankan lainnya, Juliari belum pernah dihukum dan berlaku tertib selama persidangan selama 4 bulan terakhir. Selain hal meringankan, majelis juga memiliki pertimbangan memberatkan dalam menjatuhkan vonis Juliari P. Batubara. Hakim menilai kader PDIP itu tidak kesatria karena menyangkal perbuatan melakukan korupsi terkait bansos Covid-19. Hal memberatkan lainnya yakni Juliari P. Batubara melakukan korupsi pada saat keadaan darurat bencana nonalam Covid-19 dan tak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Selain divonis 12 tahun, Juliari P. Batubara juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp14,5 miliar subsidair 2 tahun penjara. Juliari P. Batubara juga mendapat hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik, dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun. Juliari P. Batubara dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan korupsi, yakni menerima suap sebesar Rp32,4 miliar dari para rekanan penyedia bansos Covid-19 di Kementerian Sosial.

Pakar hukum pidana Universitas Parahyangan, mempertanyakan alasan hakim menjadikan caci maki netizen sebagai pertimbangan meringankan hukuman terdap terdakwa kasus korupsi. Keadaan meringankan dan memberatkan terhadap terdakwa kasus tindak pidana sepenuhnya merupakan kewenangan majelis hakim. Hal itu sekaligus merespons pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang memvonis eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dengan pidana 20 tahun penjara.

Baca Juga: Sopir Fortuner Arogan Berpelat Polisi Jadi Tersangka

Salah satu keadaan meringankan yakni hakim menganggap Juliari sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dan dihina oleh masyarakat sebelum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Keadaan meringankan yang disampaikan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis terhadap Juliari kurang tepat. Vonis terhadap Juliari dapat menjadi preseden buruk ke depannya. Tak hanya untuk kasus korupsi, melainkan juga terhadap tindak kejahatan lainnya. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply