Tanaman Kratom Digolongkan Narkotika, Namun Jadi Obat Tradisional di Nusantara

0
T CumaBerita.com, Jakarta. Kratom adalah tumbuhan asli di wilayah Asia Tenggara yang masih satu famili dengan tanaman rubiacea atau kopi-kopian. Kratom banyak tumbuh di Indonesia, Thailand, Filipina, hingga Papua Nugini. Tanaman kratom di Indonesia dikategorikan oleh BNN ke dalam jenis narkotika.

Kratom sendiri sudah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Berdasarkan hasil identifikasi Puslab Narkoba BNN, kratom mengandung senyawa mitragyna dan 7-hidroksi mitragyna. Selain itu, penelitian dari Sekolah Farmasi ITB pada 2019 mengungkap bahwa kratom telah dimanfaatkan secara tradisional oleh masyarakat sejak dulu. Di Bengkulu, daun kratom dipakai untuk meredakan sakit perut, diare, bengkak, dan sakit kepala. Di Sulawesi Barat, daunnya dimanfaatkan untuk mengobati buang air besar berdarah dan bisulan. Sedangkan di Kalimantan Timur, kulit batangnya dimanfaatkan untuk menghaluskan wajah, daunnya untuk perawatan nifas, serta menghilangkan lelah dan pegal linu. Kratom juga dimanfaatkan di Asia Tenggara sebagai obat cacingan, darah tinggi, hingga penghilang rasa lelah.

Efek Kratom
Efek kratom serupa dengan kokain dan morfin, bahkan lebih berbahaya. UNODC atau kantor PBB untuk urusan narkotika memasukkan kratom sebagai salah atu jenis NPS (new psychoactive substances) sejak 2013. Ladang kratom di Kalbar menyebar dari Pontianak hingga Kapuas Hulu. Hampir 90% wilayah Kalbar atau sekitar 42.201 hektare merupakan lumbung basah yang artinya menjadi lahan subur untuk tanaman kratom. Sebesar 90% kratom diekspor ke Amerika Serikat, Eropa, hingga beberapa negara Asia.

Harga Kratom
Berdasarkan data BNN tahun 2019, harga kratom daun basah sekitar Rp 8 ribu per kg. Sedangkan remahan kratom Rp 26 ribu per kg. Lalu untuk bentuk bubuk halus, kratom untuk dalam negeri dipatok pada harga Rp 40-45 ribu per kg. Sedangkan jika diekspor harganya sekitar Rp 100 ribu.

Kontroversi Kratom
Di tengah kontroversi tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalbar mengekspor kratom langsung dari Kota Pontianak menuju Belanda. Kegiatan ekspor ini menunjukkan kratom sebagai komoditas yang memiliki nilai jual tinggi. Ini membuktikan bahwa memang untuk komoditi kratom merupakan komoditi yang bernilai ekonomi sangat tinggi.

Baca Juga: Awas! Pengidap Pendarahan Otak Alami Gejala Ini

Pergerakan ekonomi Kalbar saat ini dalam tren positif. Disperindag mengajak mengawal momentum ini, salah satunya dengan tetap menjaga ritme kinerja ekspor. Tanaman kratom merupakan komoditas unggulan ekspor dari Kabupaten Kapuas Hulu. Tanaman kratom sering dikaitkan dengan ganja, padahal efeknya berbeda. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply