Oded M Danial Wali Kota Bandung Oded Meninggal Saat Salat Sunah Jelang Jumatan

0
O CumaBerita.com, Jakarta. Kabar duka datang dari Wali Kota Bandung Oded M Danial meninggal sekitar pukul 12.00 WIB, Jumat 10 Desember 2021. Mang Oded, demikian ia disapa meninggal saat salat sunah di Masjid Muhammadiyah, Jalan Sancang. Saat salat sunah, Mang Oded langsung terjatuh, lalu dibawa ke RS Muhammadiyah Bandung, yang tak jauh dari Jalan Sancang.

Saat ini jenazah berada di RS Muhammadiyah. Sebelum menjadi wali kota, ia pernah menjadi anggota Dewan dan Wakil Wali Kota mendampingi Ridwan Kamil. Tim Wali Kota Bandung, Didik Ahmad Sidik menyebut sebelum meninggal Oded sempat terjatuh di tengah melaksanakan salat sunat. Menurut Didik, Oded ketika terjatuh saat salat sunat sempat dibawa ke RS Muhammadiyah untuk mendapat perawatan. Lokasi rumah sakit masih berada di Jalan Sancang. Namun, nyawa Oded tak tertolong. Oded adalah wali kota Bandung periode 2018-2021. Masa jabatannya akan berakhir pada Desember mendatang. Ia sebelumnya menjabat wakil wali kota Bandung periode 2013-2018. Sebagai wakil wali kota saat itu Oded mendampingi Ridwan Kamil. Saat Ridwan Kamil maju sebagai calon gubernur Jawa Barat, Oded menggantikannya.

Oded M Danial kemudian maju sebagai calon wali kota Bandung dan terpilih bersama Yana Mulyana. Oded diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Oded M Danial diduga meninggal dunia karena penyakit jantung. Sebelum wafat, almarhum Oded sempat dibawa ke rumah sakit. Ia juga sempat disebut mengidap asam lambung. Namun, Dirut RS Muhammadiyah Kota Bandung, menjelaskan kondisi Oded saat tiba di RS sudah memakai alat bantu napas.

Setelah dilakukan resusitasi jantung, nyawa orang nomor satu di Bandung itu tetap tidak tertolong. Ciri-ciri serangan jantung, diduga diidap Walkot Bandung sebelum meninggal. Seiring bertambahnya usia, risiko terkena penyakit jantung juga meningkat. Pasalnya di usia lanjut arteri berisiko semakin rusak dan menyempit serta otot jantung yang melemah atau menebal. Riwayat penyakit jantung pada keluarga juga meningkatkan risiko terkena penyakit serupa.

Baca Juga: Tips Bersihkan Bodi Mobil & Kaca Dari Abu Vulkanis Erupsi Gunung

Misalnya orang tua memiliki sakit jantung koroner sebelum usia 55 tahun atau memasuki usia lanjut. Kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor risiko. Nikotin mengencangkan pembuluh darah, dan karbon monoksida dapat merusak lapisan dalamnya, membuatnya lebih rentan terhadap aterosklerosis. Serangan jantung lebih sering terjadi pada perokok daripada bukan perokok. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pengerasan dan penebalan arteri, mempersempit pembuluh darah yang mengalirkan darah. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply