Video Foto Misi Selamatkan 10 Sandera WNI dari Abu Sayyaf

0
V CumaBerita.com, Jakarta. Pada tahun 2002 semua mata di penjuru dunia berpusat pada pembebasan dua misionaris AS oleh Abu Sayyaf, Martin dan Gracia Burnham. Selama satu tahun lebih mereka disandera sebelum akhirnya militer Filipina membebaskannya. Namun kebebasan itu harus dibayar mahal karena Martin tewas dadanya terkena peluru. Pada 2001. Martin dan Gracia diculik saat merayakan 18 tahun ulang tahun pernikahan mereka di sebuah resor di Palawan.

Mereka diculik bersama puluhan tamu lain. Mereka menghabiskan berbulan-bulan di hutan, berpindah dari satu tempat lain dan mengandalkan dedaunan serta air hujan dan sungai untuk hidup sehari-hari. Kelompok teroris yang menamakan dirinya Abu Sayyaf terkenal sebagai grup yang kerap melakukan aksi pengeboman, pembunuhan, penculikan, dan pemerasan.

Baru-baru ini, Abu Sayyaf menculik dan menyandera warga sipil. Kali ini, korbannya adalah 10 ABK dari Indonesia. Mereka ditahan saat membawa 7.000 ton batu bara di perairan Zulu Filipina. Penyanderaan 10 ABK warga negara Indonesia ini adalah terbesar sejak krisis penyanderaan pada 2001.

Baca Juga: Foto Salah Abdeslam Tersangka Serangan Paris akan Diekstradisi ke Prancis

Tujuh hari jelang batas akhir penyerahan uang tebusan untuk membebaskan sandera 10 WNI Pemerintah Indonesia terus dilakukan negosiasi tertutup dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Nasib mereka bersama 10 ABK Indonesia belum diketahui. Uang tebusan diberi tenggat waktu 8 April 2016. Sementara pihak militer Filipina tidak mengenal kebijakan memberikan tebusan. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply