Kronologi 4 WNI Bebas dari Penyanderaan Abu Sayyaf di Perairan Perbatasan Filipina-Indonesia

0
K CumaBerita.com, Jakarta. Setelah melalui proses yang panjang, empat orang WNI bebas dari penyanderaan Abu Sayyaf, kelompok militan di Filipina. Penyanderaan terhadap para anak buah kapal barang ini berlangsung sejak 15 Maret 2016. Empat warga negara Indonesia akhirnya dibebaskan oleh kelompok Abu Sayyaf pada hari Rabu 11 Mei 2016.

Keempat WNI yang diculik pada 15 April di perairan Tawi tawi itu dibebaskan di Sulu. Inspektur Junpikar Sittin, kepala polisi Kota Jolo, Sulu mengungkap keempat WNI itu di-drop ke rumah Gubernur Sulu, Abdusakur Tan II sekitar pukul 15.00. Mereka kemudian dibawa ke rumah sakit Teodulfo Bautista untuk medical check up. Tidak ada penjelasan dari Sittin soal siapa atau bagaimana proses empat WNI itu bisa sampai di rumah Gubernur Sulu.

Namun Sittin mengungkap bahwa kepala urusan politik Moro National Liberation Front (MNLF), Samsula Adju, menjadi negosiator bebasnya empat WNI. Sittin juga mengatakan bahwa P50 juta (sekitar Rp 14,2 miliar) telah dibayarkan sebagai tebusan.

Baca Juga: Faktor Penyebab Aura Kasih dan Glenn Fredly Resmi Putus Pacaran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengatakan empat WNI yang sebelumnya disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf akan tiba di Jakarta apda hari Jumat 13 Mei 2016 dan langsung diserahkan ke pihak keluarga. Pemerintah Filipina dan Indonesia berhasil menyelamatkan empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply