Alasan Warga Sipil Pakai Kaos Turn Back Crime Bisa Masuk Penjara Tiga Bulan

0
A CumaBerita.com, Jakarta. Kaos Turn Back Crime memang tengah menjadi tren saat ini. Perpaduan warna kuning untuk tulisan Turn Back, putih untuk tulisan Crime yang dipadu dengan warna biru gelap sebagai latar belakang terkesan keren. Penggunaan kaos ini untuk warga sipil melejit terutama pasca kejadian bom Sarinah. Namun ada kabar beredar warga sipil yang memakai kaos Turn Back Crime terancam hukuman masuk penjara.

Tidak tanggung-tanggung sanksi yang diberikan bisa mencapai kurungan tiga bulan. Namun tidak semua warga sipil menggunakan kaos Turn Back Crime itu untuk gaya-gayaan semata. Sudah ada laporan tentang penggunaan atribut kaos Turn Back Crime untuk melakukan tindak kejahatan. Terungkap ada anggota Brimob gadungan yang terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor dengan modus operandi berkeliling mencari target anak di bawah umur yang mengemudikan motor.

Larangan warga sipil mengenakan kao Turn Back Crime diharapkan mampu memutus rantai kejahatan semodel ini. Ditambahkan Sulistyaningsih Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengeluarkan surat larangan pemakaian kaos tersebut guna meminimalisasi terjadinya penyalahgunaannya.

Baca Juga: Harga Spesifikasi Samsung Galaxy S7 Active Diluncurkan 10 Juni 2016

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memberi penjelasan mengenai atribut Turn Back Crime yang tengah banyak diburu masyarakat. Badrodin menjelaskan bahwa atribut dan kaos Turn Back Crime bukan seragam polisi, itu kaos biasa. Menurut Badrodin, istilan Turn Back Crime merupakan moto Interpol. Dan merupakan sebuah upaya dan semangat bahwa kejahatan harus dicegah dan diberantas. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply