Isi Perppu Hukum Kebiri Hukuman Mati Pelaku Pemerkosa Kejahatan Seksual Anak

0
I CumaBerita.com, Jakarta. Menanggapi maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak, akhirnya Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Desakan untuk segera memberlakukan hukum kebiri bagi pelaku kejahatan seksual pada anak ternyata tak didukung oleh semua petinggi negara.

Dengan alasan bahwa hukuman tersebut melanggar hak asasi manusia (HAM). Pelaksanaan hukuman kebiri dengan cara pemotongan saluran atau penyuntikan zat kimia akan berdampak kepada pelaku. Dalam jangka pendek maupun panjang, itu akan mengganggu hormon seseorang bahkan bisa memicu kanker. Desakan diberlakukannya hukum kebiri pada pelaku pedofilia mengemuka kembali seiring maraknya peristiwa pembunuhan dengan pemerkosaan yang terjadi belakangan.

Salah satu yang paling banyak disorot adalah kasus Yuyun, remaja 14 tahun yang diperkosa 14 pemuda di Rejang Lebong, lalu kemudian di bunuh. Perppu ini nantinya turut mengatur hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. Sanksi yang diatur berupa kebiri secara kimia (kimiawi) serta pemasangan alat deteksi elektronik sehingga pergerakan pelaku bisa dideteksi setelah keluar dari penjara.

Baca Juga: Foto Profil Biodata Bripda Muthia Syahra Instagram Polwan Cantik Dianiaya

Hukuman kebiri telah ada di Eropa sejak abad pertengahan. Pada zaman sekarang, hukuman kebiri juga masih dilaksanakan di berbagai negara, seperti Ceko, Jerman, Moldova, Estonia, Argentina, Australia, Israel, Selandia Baru, Korea Selatan, Rusia, serta beberapa negara bagian di Amerika Serikat. (Fan/Tyd)

Share.

Tentang Penulis

Penulis yang saat ini bekerja paruh waktu sebagai freelance copywriter. Berpengalaman dalam menulis, karena memang sudah hobi. Kelahiran Jakarta, yang memiliki favourite quote "Do what you love and Love what you do." Happy writing!

Leave A Reply